oleh

Demokrat Jateng Gelar Musda, Pergantian Pimpinan dengan Musyawarah Lebih Baik

InilahOnline.com (Semarang-Jateng) – DPD Partai Demokrat Jawa Tengah menurut rencana akan menggelar musyawarah daerah (musda), 14-15 September 2017 mendatang. Musyawarah tersebut diharapkan, bisa berjalan sesuai aturan yaitu melalui musyawarah mufakat.

“Pemilihan tidak diharamkan tapi pergantian pimpinan dengan musyawarah lebih baik,” kata Plt Ketua DPD Partai Demokrat Jateng, Pramono Edhie Wibowo, saat hadir dalam acara tasyakuran HUT Partai Demokrat ke 16, di Hotel Candi Indah, Jalan Dr Wahidin, Kota Semarang, Sabtu (9/9/2017) lalu.

Menurut dia,wilayah Jateng harus segera menggelar musda karena sejak berdiri, partai berlambang mercy itu baru sekali menggelar musda. Padahal, di provinsi lain, ada yang sudah menggelar sampai tiga kali. Musda itu harus dijadikan dasar bagi 35 kabupaten dan kota di Jateng untuk menggelar musyawarah cabang (muscab).

”Dalam pelaksanaan Musda ini, harus disiapkan dengan betul. Siap itu artinya bukan adu otot, tapi semua berjalan tertib dan lancar,” katanya.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) TNI itu, mengungkapkan, alasan tertundanya musda di Jateng karena banyak persoalan. Satu di antaranya, kondusifitas internal pengurus partai.

“Karena internal pengurus kurang kondusif, selain itu persiapannya kurang maksimal. Oleh karena itu, dalam waktu dekat ini akan dilakukan musda,” katanya.

Agar pelaksanaannya berjalan lancar, Pramono Edhie meminta, musda digelar dengan jalan cara musyawarah mufakat. Hal ini untuk menghindari pertentangan yang berdampak suasana musda menjadi tidak kondusif.

“Musyawarah itu pelaksanaan demokrasi yang paling luhur, maka musyawarah itu bukan lempar kursi, tidak cocok, dan sebagainya,” katanya.

Namun demikian, Pramono menampik jika mekanisme itu disebut untuk mengarahkan agar musda nantinya sebatas pengukuhan saja. Tetapi opsi musyawarah mufakat itu untuk menghindari adanya pihak luar yang ikut terlibat dalam urusan internal partai.

”Jadi di sini tetap (bukan pengukuhan). Saya tidak mau dalam rangka musda, ada orang lain di belakangnya. Oleh karena itu, hal ini menjadi urusan dalam sendiri,” katanya.

Ia mencontohkan, ada satu kabupaten di Indonesia yang menjelang muscab, dua kandidat yang siap bertarung dalam pemilihan, sepakat menyerahkan pendukung salah satu kandidat ke kandidat lainnya, sehingga pelaksanaan Muscab berjalan lancar. “Harapannya memang seperti itu ,” ujarnya.

Ditanya apakah ia juga akan ikut dalam kontestasi itu, Pramono menegaskan, tak ingin terlibat dalam pertarungan. Ia mengaku cukup puas sebagai Plt Ketua DPD Jateng. Adapun mantan Ketua DPD Demokrat Jateng, Sukawi Sutarip yang bersangkutan sudah menyatakan tak ingin menjadi kandidat.

“Beliau (Sukawi Sutarip) tidak menyiapkan diri menjadi satu kandidat karena mengaku capek, kadang capek materi, sebab pengorbanan cukup besar,” katanya. (Suparman)

Komentar