Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan Siap Berkolaborasi Untuk Pelestarian Naskah Kuno

Tak Berkategori353 Dilihat

INILAHONLINE.COM, MEDAN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan siap berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan upaya pelestarian naskah kuno. Pernyataan itu disampaikan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan, Dr Adlan SPd MM, saat memberikan sambutan pada pembukaan Seminar dan Pelatihan bertajuk Pelestarian Koleksi Nasional dan Naskah Kuno di Hotel Swiss Bellin, Kota Medan, kamis (27/7/2023)

“Pelestarian itu penting sekali, yakni dengan cara melakukan pengembangan, pengolahan dan pengalih mediakan naskah kuno untuk dilestarikan dan didayagunakan,” ujarnya

Menurut Adlan, pelestarian naskah kuno salah satunya dengan cara digitaliasi naskah-naskah tersebut dengan melakukan Kolaborasi Antara Institusi, Pemerintah dan Masyarakat Dalam Pelestarian Koleksi Nasional dan Naskah Kuno serta Pelatihan Praktis Tentang Teknik Pelestarian Koleksi Nasional dan Naskah Kuno.

Dalam kegiatan seminar itu, pada sesi pertama kegiatan yang dihadiri akademisi dan praktisi perpustakaan serta mahasiswa para relawan perpustakaan dari berbagai perguruan tinggi di Kota Medan ini, menghadirkan tiga pembicara utama. Masing-masing Dr Phil Ichwan Azhari MS, Dra Mehamat beru Karo Sekali, dan Hj Tengku Mira Sinar MA. Sedangkan bertindak sebagai moderator, H Arjuna Sembiring SSos MSP selaku Kepala Bidang Pengembangan Koleksi, Layanan, dan Konservasi Bahan Pustaka di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan.

Pengalaman menarik disampaikan salah satu nara sumber, Dr Phil Ichwan Azhari MS, ketika melakukan kerja-kerja pelestarian naskah kuno di bawah payung Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-Ilmu Sosial (PUSSIS) Lembaga Penelitian (Lemlit) Universitas Negeri Medan (Unimed), maka pada kesempatan itu ia juga menunjukkan kepada audiens Majalah Kuno “Deli GIDS” yang diterbitkan tahun 1938.

“Dari upaya pelestarian yang terus menerus dilakukan, maka PUSSIS Unimed telah mengoleksi berbagai jenis hasil konservasi berupa arsip, surat kabar lama, majalah lama, buku tua, peta lama, poto lama, uang kertas dan koin, prangko, serta manuskrip,” terangnya.

Lebih lanjut Ichwan mengatakan, pada pendahuluan tahun ini, persisnya berkaitan dengan Hari Pers Nasional (HPN) di Kota Medan, dalam kegiatan puncak “Pameran Tiga Abad Sejarah Pers Indonesia” dengan menampilkan hasil penyimpanan 100 ribu repro Koran lama dan lima ribu koran asli berusia 200 tahun.

Sementara itu nara sumber lainnya, Dra Mehamat beru Karo Sekali dari UPT Museum Negeri Sumatera Utara menambahkan, bahwa dirinya lebih fokus menyampaikan tentang pelestarian naskah kuno beraksara batak. Perempuan yang selama ini dikenal sebagai tenaga alih aksara dan penerjemah naskah kuno Batak itu memperkenalkan “Tambar Ni Hulit” dan bagaimana naskah kuno yang ditulis di kulit kayu tersebut diproduksi pada zamannya.

Lebih spesifik lagi disampaikan Hj Tengku Mira Sinar MA menceritakan bagaimana dirinya dan keluarga saat ini memelihara peninggalan-peninggalan naskah kuno yang dahulunya dikoleksi oleh almarhum orang tuanya, Tengku Luckman Sinar. “Banyak sekali koleksi naskah kuno di perpustakaan Tengku Luckman Sinar, terutama naskah melayu dan beraksara melayu. Namun saat ini untuk memeliharanya lebih lanjut, kita memang harus mensiasatinya dengan baik disebabkan keterbatasan pembiayaan untuk memeliharanya,” kata Tengku Mira.

Selain itu, Tengku Mira menunjukkan naskah kuno berupa struktur jabatan kerajaan dan kertas tissue jepang. Ada juga lewat slide in focus Dia menampilkan rundown acara pernikahan yang di dalamnya pada masa lalu berisi “Daftar Pekertjaan”. Bahkan juga yang paling menarik ditampilkannya gambar bundelan “Peta Konsesie Tanah” yang juga merupakan bagian dari koleksi naskah kuno di Perpustakaan Tengku Luckman Sinar.
Ketika semninar memasuki sesi kedua, tiga pembicara juga tampil tidak kalah menariknya membahas seputar permasalahan pemeliharaan naskah kuno di Kota Medan. Disampaikan oleh Dr Abdul Karim MA dari UINSU, Yudo Prayoga MS dari FIB USU menggantikan Dra Mardiah Mawar Kembaren MA PhD yang berhalangan hadir, dan PIDIA AMELIA MA dari Museum Sejarah Alqur’an Sumatera Utara.

Teknik pemeliharaan dengan tindakan konservasi juga dipraktikkan secara sederhana oleh Pidia Amelia MA dari Museum Sejarah Alqur’an Sumut. Sama halnya dengan pembicara-pembicara sebelumnya, dirinya mengingatkan jika sebelum memegang naskah kuno, wajib memakai sarung tangan. Termasuk menggunakan kertas tissue jepang untuk melapisi pinggiran lembaran naskah yang dikonservasi.

Menurut Pidia, saat ini ada 27 manuskrip Kitab Fiqih dengan jumlah lembarannya sebanyak 6.036 lembar yang menjadi koleksi Museum Sejarah Alqur’an Sumut. Kitab Nahwu 5 manuskrip dengan 528 lembar, Kitab Sharaf 3 manuskrip dengan 370 lembar, Tauhid 10 manuskrip dengan 1.078 lembar, Tafsir 2 manuskrip 1.099 lembar, Mantik 1 manuskrip dengan 81 lembar, Mujarrabah 1 manuskrip dengan 48 lembar, dan Kitab Fawaid 1 manuskrip dengan 10 lembar. (Aziz Panjaitan)

banner 521x10

Komentar