oleh

Dinkes Kota Bogor Lakukan Pendataan Bagi Penerima Vaksin Covid-19

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mendata sebanyak 247 orang menjadi sasaran penerima vaksin Covid-19 tahap kedua untuk profesi jurnalis yang dijadwalkan di Gedung Puri Begawan Kota Bogor, Jumat (12/3/2021).

Menurut Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno, di Kota Bogor, para jurnalis (wartawan-red) adalah bagian dari 24.965 orang berprofesi sebagai pelayanan publik yang telah didata untuk menerima vaksin pada pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap kedua

“Profesi lainnya yang menjadi sasaran penerima vaksin pada vaksinasi tahap kedua adalah, anggota TNI dan Polri, Anggota DPRD, Aparat Sipil Negara (ASN), pegawai BUMN/BUMD, Dosen dan guru, tokoh agama dan pengelola pondok pesantren, pelaku pariwisata, pedagang pasar, dan pengemudi ojek online,” jelasnya

Retno mengatakan, pelaksanaan vaksinasi terhadap 247 orang untuk profesi jurnalis, kata dia, dijadwalkan dalam waktu sekitar satu jam, pada pukul 10.30 WIB hingga pukul 11.30 WIB.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno

“Dinkes Kota Bogor menjadwalkan pelaksanaan vaksinasi tahap kedua, mulai 1 Maret hingga April 2021, tapi pelaksanaannya akan dioptimalisasi, karena pada 12 April sudah memasuki bulan Ramadhan,” imbuh Retno.

Sementara itu, Dinas Kominfo Kota Bogor melalui Bidang Komunikasi dan Informasi Publik memyatakan, agar para penerima vaksin untuk profesi jurnalis memperhatikan beberapa hal.

Pertama, hadir di lokasi pelaksanaan vaksinasi di Gedung Puri Begawan, Jalan Raya Pajajaran Kota Bogor, sesuai jadwal yang telah ditetapkan dengan mengatur waktu kedatangan sehingga tidak terlambat, serta wajib menerapkan protokol kesehatan.

adwal yang telah ditetapkan adalah 120 orang penerima vaksin dalam waktu 30 menit. Pada pukul 10:30 sampai 11:00 WIB nomor urut 1 sampai 120. Pukul 11.00-11:30 WIB nomor urut 121 sampai 240. Pukul 11:30 sampai selesai nomor urut 241 sampai 247.

Semua penerima vaksin yang namanya telah terdata wajib membawa kartu tanda penduduk (KTP) asli serta satu lembar foto kopinya. Di bagian bawah foto kopi KTP tersebut dituliskan nomor hand phone yang dapat dihubungi. (Ian)

Komentar