oleh

Dompet Dhuafa Gelar Pendidikan Kader Dai di Lapas Gunung Sindur Bersama Kemenkumham

INILAHONLINE.COM, GUNUNG SINDUR — Setelah pekan sebelumnya sukses menggelar wisuda dalam kegiatan Pendidikan Kader Dai (PKD) di Lapas Kelas I Tangerang, Dompet Dhuafa tidak mau menunggu waktu lama untuk kembali memulai kegiatan serupa di Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (9/2/2022). Sebanyak 50 peserta yang telah diseleksi melalui proses rekrutmen dan assessment siap mengikuti program PKD selama 6 (enam) bulan ke depan yaitu mulai dari Februari hingga Agustus 2022 mendatang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Bina Santri Lapas (BSL) besutan Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia yang dikukuhkan melalui penandatanganan kerja sama pada 2019 silam. Melalui program ini diharapkan mampu mencetak dai-dai berkualitas yang berasal dari warga binaan pemasyarakatan, sehingga ketika kelak mereka kembali ke tengah-tengah masyarakat, mereka siap bergabung kembali dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Kami berharap kepada para dai-dai yang terseleksi melalui program rekrutmen, assessment dan pendalaman materi dalam kurun waktu 6 (enam) bulan (Februari – Agustus) menjadi duta-duta yang memberikan pembelajaran dan dapat melakukan perubahan yang maksimal. Dan ketika nanti kembali ke masyarakat akan menjadi modal yang sangat berharga dan bermanfaat untuk menunjukkan serta membuktikan perubahan sikap jauh lebih baik, memberikan manfaat dan kemaslahatan lebih luas,” jelas Ahmad Shonhaji selaku Direktur Dakwah, Budaya, dan Pelayanan Masyarakat Dompet Dhuafa.

Kegiatan ini bahkan mendapatkan tanggapan positif dari H. Ahmad Zubaidi selaku Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat. Bukan tanpa alasan, dalam pelaksanaannya para warga binaan juga akan dibekali dengan keahlian-keahlian lain sebagai modal untuk kembali ke masyarakat. Hal ini tentu saja menjadi suatu inovasi untuk mengembalikan warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik serta mampu mengajak masyarakat ke dalam kebaikan.

“Program Pendidikan Kader Dai (PKD) ini sungguh sangat luar biasa. Menyiapkan kader dai dari warga binaan pemasyarakatan merupakan sebuah inovasi. Mereka bukan hanya sekedar diajak menjadi orang baik, tetapi dibekali keahlian-keahlian agar suatu saat ketika kembali ke masyarakat dapat menularkan dan mengajak kepada kebaikan. Tentu saya berharap Dompet Dhuafa juga dapat memback-up dan memfasilitasi mereka ketika suatu saat sudah kembali di tengah-tengah masyarakat.” ungkap H. Ahmad Zubaidi dalam sambutannya.

Taufiqurrakhman selaku Kepada Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jawa Barat, turut hadir dalam kesempatan tersebut. Ke depannya ia berharap agar kegiatan ini mampu melahirkan dai-dai yang tidak hanya mumpuni dalam aspek keilmuan, tetapi juga memiliki kesiapan secara mental dan karakter agar mampu bermanfaat serta menjadi cerminan positif bagi masyarakat.

“Program PKD merupakan sarana pembinaan kepribadian untuk meningkatkan pengetahuan dan keilmuan di bidang agama yang diarahkan pada pembinaan mental dan watak agar warga binaan pemasyarakatan menjadi manusia seutuhnya, bertakwa dan bertanggung jawab kepada diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Harapannya mampu mencetak dai-dai yang muncul di Lapas yang bertakwa, berilmu, berakhlakul karimah sehingga menjadi tauladan dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ucap Taufiqurrakhman disela-sela kegiatan. (ian Lukito)

banner 521x10

Komentar