INILAHONLINE COM, MAGELANG – Usai libur Lebaran 1444 H, sebanyak 475 orang santri dan santriwati asal Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (7/5-2023), dilepas untuk kembali belajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Lerboyo Kediri, Jawa Timur. Pelepasan menggunakan sembilan armada bus itu, oleh Wakil Ketua DPC PKB Kabupaten Magelang, Syukur Akhadi, dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Mahmud SH dari Fraksi PKB.
Pelepasan para santri yang di pusatkan dari halaman Ponpes API Tegalrejo tersebut, untuk kembali belajar setelah mereka libur Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah (Lebaran 2023). Sebelum diberangkatkan, para santri yang diantar keluarga dan orang tua (wali santri) itu, terlebih dahulu diberikan pembekalan oleh KH Nur Machin Chudlori Ketua Himasal Jateng (Himpunan Alumni Santri Lerboyo Kediri Jatim).
Menurut KH Nur Machin Chudlori yang biasa disapa Gus Machin, para santri diminta belajar dengan tekun dan baik, supaya ilmu yang dipelajari di Ponpes Lirboyo Kediri, bisa bermanfaat untuk dirinya sendiri, orang tua, keluarga maupun untuk masyarakat, termasuk berguna bagi bangsa dan negara. “Jadilah pribadi yang baik, belajar dengan tekun, dan nantinya bisa mandiri,” pintanya.
Terkait tradisi pelepasan santri asal Kabupaten Magelang ini, merupakan kebiasaan yang baik, dan tetap dilestarikan. Dengan kembalinya para santri yang difasilitasi anggota DPRD dari DPC PKB ini, merupakan langkah yang baik, karena orang tua saat melepas putra dan putrinya untuk kembali belajar di Ponpes, tidak merasa khawatir dalam perjalanan, karena mereka diantar hingga tujuan.

“Tradisi ini sangat bagus, dan harus dilestarikan. Melalui kegiatan ini, para santri merasa senang kembali belajar dengan teman-temannya, tidak repot di perjalanan, dan orang tua wali santri sangat terbantu, baik transportasi maupun akomodasi, serta tidak repot mengantar hingga tujuan, Ponpes Lerboyo Kediri, Jatim,” terang Gus Machin.
Sementara itu, seorang wali santri asal Payaman, Kecamatan Secang, Awan Wiratno mengaku senang dengan pemberangkatan secara bersama-sama seperti ini, selain memberikan rasa aman bagi anak-anak yang hendak kembali belajar di Ponpes Lerboyo Kediri, dan orang tua juga merasa tenang, karena tidak repot untuk mengantar hingga tujuan, apalagi keberangkatan para santri tidak bayar atau gratis.

“Saya lebih tenang saat melepas anak saya kembali belajar di Ponpes Lerboyo Kediri, Jatim, secara bersama-sama menggunakan bus, sehingga tidak repot di perjalanan,” ujar Awan Wiratno yang juga anggota Bawaslu Kabupaten Magelang tersebut
Senada dikatakan wali sabtri, Zainul Ahyari, dengan rombongan bus seperti ini, orang tua merasa senang, apalagi kegiatan ini sudah difasilitasi PKB, sehingga meringankan beban biaya transportasi, merasa tenang sudah dikawal sampai tujuan. “Harapannya, setiap tahun ada terus, merasa berterima kasih,” ujarnya.
Didampingi Sekretaris DPC PKB Mahmud SH, Wakil Ketua DPC PKB Kabupaten Magelang, Syukur Akhadi menjelaskan, total santri asal Kabupaten Magelang yang diberangkatkan sebanyak 475 orang, terdiri 425 orang santri ke Ponpes Lerboyo Kediri, dan 50 santri ke Ponpes Alfalah, Ploso Kediri, Jatim.

“Ini merupakan tahun yang ketiga kalinya DPC PKB memfasilitasi para santri kembali belajar menggunakan bus secara bersama-sama, sejak pandemi Covid-19 dua tahun lalu. PKB akan terus memfasilitasi generasi muda untuk menuntut ilmu di pondok pesantren untuk belajar, baik ilmu agama maupun pelajaran umum,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Mahmud menambahkan, upaya yang dilakukan DPC PKB ini untuk membantu meringankan beban para wali murid, dan sebagai bentuk kidmat dengan sesepuh dan para senior, khususnya para kyai dan santri untuk mendukung menuntut ilmu dalam belajar di Ponpes.
“Sebagai rasa hormat dan kidmad kami, agar generasi milenial ini semangat belajar, karena mereka merupakan generasi penerus bangsa, sehingga kami memfasilitasi para santri untuk kembali belajar, setelah libur hari raya Idul Fitri 1444 H,” tambahnya. (Ali Subchi)





























































Komentar