DPRD Jateng Usul Kepada Eksekutif Mengalihkan Pembangunan Embung ke Infrastruktur Irigasi

Daerah, Politik495 Dilihat

InilahOnline.com (Semarang-Jateng) – Kalangan Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah mengusulkan atau meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, sesegera mungkin mulai mengalihkan program pembangunan 1.000 embung, ke rehabilitasi atau normalisasi infrastruktur irigasi.

”Berdasarkan data dari Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pembangunan Daerah Provinsi Jateng, sekarang ini sudah terbangun sebanyak 1.256 embung. Dari sejumlah embung itu dibiayai melalui APBD Provinsi Jateng, Pemerintah Kabupaten,Pemerintah Pusat maupun dari CSR pigak swasta,”kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso di Semarang, Rabu (8/11/2017).

Menurut dia, sebenarnya capaiannya sudah cukup tinggi, meski dari aspek kebutuhan yang harus dikerjakan oleh Pemprov Jateng sudah terlaksana dengan baik. Karena keberadaan bendung itu untuk menangkap air, memang masih dibutuhkan, namun hari ini targetnya sudah di atas RPJMD (Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah).”Jadi embung yang dijanjikan pemerintah sudah hampir terpenuhi semuanya,”katanya.

Di sisi lain, lanjutnya, progress kondisi infrastruktur saluran irigasi di Jateng, anggaran operasional perawatan maupun rehab selama dua tahun ini banyak terserap ke pembangunan embung.

Dampaknya, asupan air yang digunakan untuk pertanian semakin kecil karena irigasi ada yang bocor, longsor, dan lainnya.

”Jadi untuk irigasi saat ini kondisinya dari tahun ke tahun semakin menurun. Bahaya kalau tidak segera ditutupi, akan terjadi kerusakan yang besar,”paparnya.

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera ini berharap, Pemprov Jateng mulai tahun anggaran 2018 mengubah maindseat kebijakan anggarannya, dari penyediaan air baku atau pembangunan embung menuju ke penataan dan penguatan irigasi.

”Dalam tahun 2017 ini porsi anggaran untuk embung masih dominan yakni mencapai sekitar Rp 72 miliar. Sementara porsi untuk irigasi masih sekitar Rp 23 miliar.Jadi untuk irigasi masih sangat kurang,”ujarnya.

Namun demikian lanjut dia, di Jateng irigasi yang kewenangan pengelolaannya ada di ranah Pemprov Jateng ada sekitar 30 irigasi, jika porsi pembangunan embung dialihkan sebagian untuk irigasi akan lebih baik.Sebab jika perawatan dan rehabilitasi irigasi tidak segera dilakukan, maka ke depan biayanya akan makin besar.

”Sebab ada pula yang hingga kini (irigasi) tidak direhab, padahal melihat kondisinya rata-rata dibangun sejak di atas 20 tahun lalu, bahkan zaman Belanda juga butuh anggaran yang kurang lebih konsentrasinya hampir sama,”ujarnya. (Suparman)

banner 521x10

Komentar