oleh

DPRD Jawa Tengah Minta Panitia PPDB Lakukan Verifikasi SKTM

InilahOnline.com (Semarang-Jawa Tengah)- Dengan membanjirnya surat keterangan tidak mampu (SKTM) di sekolah favorit di Kota Semarang membuat para anggota DPRD Jateng dan Ombudsman mendesak kepada Panitia penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMK negeri untuk melakukan verifikasi secara benar.

”Jangan sampai ada SKTM palsu atau abal-abal. Oleh karena itu, meminta panitia juga mengecek kebenarannya tempat tinggal orang tuanya,” papar anggota Komisi E DPRD Jateng Moh Zein Adv di Searang, kemarin.

Menurut Zein, panitia PPDB harus cermat supaya tidak terkecoh pendaftar yang menggunakan SKTM, sehingga benar-benar dicek dan turun ke masyarakat guna memastikan kebenarannya.

”Dengan perpanjangan waktu pendaftaran yang akan diperpanjang sampai hari Selasa mendatang, maka meminta panitia untuk terjuan ke lapangan bersama dinas terkait,” pintanya politisi dari PKB ini.

Dijelaskan, meski sekolah negeri minimal harus menampung 20 persen untuk keluarga miskin, seharusnya sekolah mempunyai komitmen mengentaskan kemiskinan, yaitu sekolah harus melakukan jemput bola terhadap warga miskin tersebut.

”Setelah proses PPDB selesai pihak komisi E akan mengevaluasi dan menanyakan data pengalokasian warga miskin tersebut.Namun dengan menampung sebanyak mungkin warga miskin diharapkan angka putus sekolah di Jateng bisa berkurang,” paparnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta masyarakat jangan sampai memalsukan kartu miskin untuk bisa meloloskan anaknya di sekolah. Padahal, masyarakat tersebut mampu dan apabila mereka terbukti memalsukan akan ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.

”Jika terbukti melakukan kecurangan dalam PPDB dengan menyalahgunakan SKTM, penegak hukum diharapkan bertindak karena terbukti melakukan tindak pidana pemalsuan,” ujarnya.(Suparman)

Komentar