oleh

Eddy “Hoo” Siswoyo, Ketua Umum Asskab PSSI Yang Paranormal

INILAHONLINE.COM, PATI

Eddy “Hoo” Siswoyo, Ketua Umum Asskab PSSI Kabupaten Pati, Jawa Tengah, ternyata seorang “paranormal”. Sejak saya kecil diikuti roh Dewa Nacha, ujarnya ditemui dirumahnya, Desa Ngeluk-Panjunan, Pati-Kota.

Eddy Hoo, 51 tahun, bergelar sarjana ekonomi. Dia pernah bekerja sebagai staf sebuah bank swasta di Jakarta. Kerja di bank kata orang enak dan makmur. Bagi saya sebaliknya, sebab dari jam ke jam kita dipaksa berkutat dengan hitungan di ruang dibatasi tembok.

Karena ingin bebas beraktivitas, dunia bank ditinggalkan. Pria berambut “punk” ini, lalu bergelut di dunia bisnis peralatan olahraga. Sepakbola olahraga yang digemari sejak kanak-kanak. Sekarang pun saya masih suka main futsal, tuturnya.

Kegemarannya pada bola, mengantarkannya sebagai Ketum Askab PSSI Pati dua periode. Tahun 2019 ini, posisi saya sebagai Ketua PSSI lepas. Jabatan ketua, hanya diijinkan dua periode, tambahnya. Setelah itu dia fokus bisnis alat olahraga ditoko miliknya, “Priamor”.

Orang bisa terkejut saat melihat Eddy Hoo disela-sela kesibukan melayani pembeli yang keluar-masuk gerainya, tampak menerima tamu. Mereka yang bertamu itu, terkadang berasal dari tempat-tempatr jauh. Malah sering berasal dari daerah luar Jawa.

Tamu-tamu minta tolong Eddy Hoo, atas berbagai masalah yang dihadapi dan belum ada solusi. Saya berupaya menolong mereka walau kemampuan terbatas ini. “E, ndilalah yang datang pada saya bawa bermacam problem, banyak berhasil saya tolong, ujarnya.

Lalu jimat/ajian apa yang dikuasai Eddy Hoo, untuk menolong “pasien” . Jawab pria ini naïf sekali, “Saya diikuti roh Dewa Nacha, dialah yang mendampingi dan membisiki saya ketika sedang menerima orang yang minta tolong”, kata Eddy Hoo.

Saat menerima tamu, acap menengok kebelakang sembari berguman Seperti sedang berdialog dengan mahluk kasat mata. Mahluk itu roh Dewa Nacha. Andai saya tak didampingi Nacha, pasti saya tak bisa memberi bantuan pada orang-orang itu, ucapnya

Hikayat Cina Kuno menyebut, Nacha adalah Dewa cilik, bawa cambuk berujung rantai runcing. Jika dikebutkan ke angkasa, langit bisa terbelah. Nacha memakai terumpah bersayap dan mengeluarkan api. Dewa Bocah ini dengan mudah terbang kemana dia suka.

Dewa Nacha selain sakti mandra guna juga suka usil. Karena keusilannya, surga/khayangan dibalik awan, geger dan porak peranda diobrak-abriknya. Seorang pemuda maha sakti, anak seorang Jenderal Kaisar, secara tak sengaja tewas dibantai Nacha.

Tampaknya (roh) Nacha yang ikut Eddy Hoo, tidak lagi suka usil. Perangainya telah berubah. Mau membantu Eddy Hoo secara mistis, menolong orang-orang yang sedang bermasalah. Semoga semua yang saya lakukan semasa hidup ini, bermanfaat bagi sesama, kata Edddy Hoo menutup obrolan,

(Heru Christiyono Amari)

Komentar