oleh

Festival Musik “Tong Tong Klek” Setiap Tahun Digelar di Kota Rembang

InilahOnline.com (Rembang) – Setiap bulan Ramadhan di Kota Rembang digelar Festival Musik tradisional “Tong Tong Klek” dengan menggunakan instrumen musik kentongan (terbuat dari pohon bambu-Red). Festival tahunan ini digelar, Selasa (20/6/2017) kemarin di Halaman Stadion Krida Kota Rembang.

Tong Tong Klek merupakan festival musik tradisional warga Rembang yang awal mulanya dilaksanakan sebagai penggugah makan sahur dengan melakukan keliling di kota Rembang. Seiring perkembanagnnya, musik ini berkembang pesat dengan ditandai munculnya sejumlah group musik Tong Tong Klek yang jumlahnya mencapai puluhan.

Dengan menjamurnya banyak group Tong Tong Klek yang tidak datang hanya dari Kota Rembang saja, tapi juga dari daerah lain diluar Kota Rembang, maka Pemerintah Kabupaten (Pemda) Rembang kemudian mengambil inisiatif untuk menggelar festival musik tradisionil Tong Tong Klek ini hingga sekarang.

Tahun 2017 ini festival musik Tong Tong Klek inipun digelar dengan mengambil start sekira pukul 21.00 WIB dari Alun-alun kota Rembang. Sementara rute yang ditempuh yakni, mulai dari Perempatan SDN 3 Kutoharjo kemudian berjalan menyusuri Jalan Dr Soetomo, lalu belok kiri di Jalan Kartini, Jalan Pemuda dan finish di Stadion Krida, Rembang.

Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Mutakin kepada wartawan menjelaskan, festival Tong-Tong Klek juga merupakan ajang penyeru terhadap perlunya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), selain sebagai kegiatan rutin guna pelestarian tradisi di Kabupaten Rembang.
“Dalam Festival ini diikuti 18 grup. Setiap kelompok atau grup peserta Tong-Tong Klek wajib membawakan lagu wajib dan pilihan,” jelasnya

Menurut Mutakin, festival akan dilanjutkan dengan pentas panggung atau grand final akan digelar di halaman Stadion Krida Rembang, Rabu (21/6/2017). Pihak Dinbudpar Kabupaten Rembang akan menentukan pemenang dalam kejuaraan I, II, dan III, serta harapan I, II, dan III.

“Juara I, II, dan III berhak atas piala dan uang pembinaan dengan nominal secara urut Rp3,5 juta, Rp3 juta, dan Rp2,5 juta, sedangkan Harapan I, II, dan III berhak atas uang pembinaan yang sama yakni masing-masing Rp1,5 juta. Semua hadiah dipotong pajak enam persen”, ungkapnya
Ribuan masyarakat Rembang bahkan warga kabupaten tetangga seperti Blora ikut memenuhi jalan-jalan di Kecamtan kota Kabupaten Rembang, Selasa (20/6/2017) malam untuk menyaksikan Festival Tong Tong Klek.

Kesenian tradisional khas Kabupaten Rembang yang hanya digelar setahun sekali di bulan Ramdhan ini memang selalu ditunggu-tunggu masyarakat pantura timur ini, bahkan menjadi salah satu event yang dinanti-nanti oleh warga asli Rembang yang bekerja di luar kota, yang sudah pulang kampung.

Salah satu warga dari Kecamatan Lasem, Danung Widyantoro yang datang menyaksikan festival Tong Tong Klek mengatakan, bahwa dirinya sudah dua kali menyaksikan kesenian tradisional asli Rembang ini. Jika tidak ada halangan pasti menyempatkan diri untuk datang ke Rembang.
“Kesenian Tong Tong Klek ini bagus sekali untuk hiburan masyarakat yang murah, kegiatan ini harus terus dilaksanakan, apalagi di asal saya Blora tidak ada kegiatan seperti ini, menggunakan alat-alat tradisional,” ujar Danung.

Sementara itu menurut informasi yang diperoleh dari Panitia menjelaskan, untuk tahun ini, Tong Tong Klek diikuti oleh peserta yang menggunakan alat musik Tradisional ada tujuh grup, mereka akan berlomba menjadi yang terbaik. Sedangkan peserta penggembira, dengan menggunakan Elektrik 28 grup peserta dari 28 desa.

Festival Tong Tong Klek sendiri adalah tradisi turun menurun dari jaman dulu yang dilakukan oleh masyarakat Rembang untuk membangunkan sahur.

Sementara dengan adanya kegiatan Tong Tong Klek ini, membuat jalan pantura yang masuk kawasan kota sangat ramai. Bagi pemudik tentu harus berhati-hati untuk tidak memacu kendaraannya terlalu kencang. (Agha Dwi Rizkianto)

Komentar