oleh

Galih Manggala Pertanyakan Kejari Subang, Kasus Korupsi Bansos DKP 2013 Menguap Kah?

INILAHONLINE.COM, SUBANG

Sejumlah perkara korupsi yang tengah dan pernah ditangani Kejaksaaan Negeri Subang menjadi pertanyaan publik, pasalnya tak sedikit yang diduga menguap dan tak berujung, semisal dugaan korupsi dana Hibah dan Bantuan Sosial di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) kabupaten Subang, Prov.Jawa Barat tahun 2013 silam senilai Rp.1,9 Milyar.

Rakean LAK Galuh Pakuan Bezie Galih Manggala, selaku peran serta masyarakat Subang, mengungkapkan bahwa perkara yang ditangani Kejari Subang harus dituntaskan. Jangan berhenti di tengah jalan dan menimbulkan tanda tanya publik.

“Contoh seperti kasus bantuan sosial DKP tahun 2013 lalu. Kemana ujung pangkalnya penanganan perkara tersebut? Kenapa pejabat terkait yang diduga menjadi dalang perkara itu tidak tersentuh?” tanya Galih kepada awak Media di Subang, Minggu (1/09/2019).

Galih Manggala, menegaskan bahwa kasus bantuan sosial tersebut menggunakan anggaran negara, duit keringat rakyat. Penggunaan dan pertanggungjawabannya harus jelas, tidak dikorupsi. Sebab akan sangat melukai hati rakyat.

“Tegakkan hukum setegak tegaknya. Meski langit akan runtuh sekalipun, itu ibarat pepatah. Seharusnya perkara ini tuntas di meja hijau. Tidak menggantung seperti ini. Jangan sampai publik merasa tidak puas. Jika kejari tak sanggup menangkap pelaku utamanya, maka KPK wajib turun,” katanya.

Pihaknya segera mengirim surat resmi ke Kejari Subang mengenai perkara ini.

“Kami wajib mengingatkan soal ini. Sebab sudah cukup lama kasus terendap. Kami tegaskan sekali lagi, demi Subang Jawara, maling jangan dibiarkan berkeliaran di tengah tengah birokrasi Subang,” katanya.

Sementara itu, dilansir rri.co.id, pada tahun 2016, Kejari Subang kembali melanjutkan penyidikan atas Kasus dugaan Korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos), di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Subang tahun 2013, sebesar Rp 1,9 miliar. Pada tahun 2015 lalu, Kejari Subang, telah menahan 3 Orang tersangka, yang berperan sebagai koordinator pengumpulan uang dari 107 Kelompok Usaha Bersama (Kube), sebagai penerima manfaat dari Dana Bansos tersebut.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Subang, Anang Suhartono SH yang menangani kasus tersebut waktu itu, mengatakan, pihaknya saat itu mengumpulkan 2 Barang Bukti (BB) baru, dari kesaksian dan keterangan para tersangka dan sejumlah Saksi dalam Kasus tersebut.

Saat itu, pihaknya kembali menjadwalkan pemanggilan 2 Orang saksi, yaitu, salah seorang Kasi di Bagian Sosial (Bagsos) Setda Kabupaten Subang, Budi dan Kepala Bagian Sosial (Kabagsos) Ujang Sutrisna, untuk dimintai keterangan yang ke dua kalinya.

Sementara itu ke 3 tersangka, yang sudah di tahan sebelumnya yaitu, Oman Supratman Staf dari DKP, Kasi Kesejahteraan Sosial Kemasyarakatan Bagsos Setda Kabupaten Subang Endang Djuharya dan Kepala UPTD Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kecamatan Jalancagak, Iryana.

“Kemungkinan besar dalam kasus Bansos ini, akan muncul tersangka baru, setelah terkumpul 2 BB baru, untuk menetapkan tersangka lainnya, setelah ada keterangan dari Budi dan Ujang Sutrisna,” tutur Anang.

Di bagian lain Anang menyatakan, tidak menutup kemungkinan, dari kesaksian ke 2 saksi yang akan dipanggil itu, akan muncul tersangka baru lainnya.

“Kasus dugaan korupsi Bansos ini belum berakhir, pihak Kejari baru menetapkan 3 tersangka, dan yang ingin Kita jerat itu, dalang dari Kasus Bansos ini,” tegas Anang kala itu.

(Abdulah)

Komentar