oleh

Ganjar Pranowo Tidak Mempersoalkan Sejumlah Tokoh yang Mendaftar Sebagai Calon Gubernur

Inilahonline.com (Semarang-Jateng) – Petahana Ganjar Pranowo mengaku dirinya tidak mempersoalkan adanya sejumlah tokoh termasuk Bupati di Jateng, yang mendaftar sebagai bakal calon gubernur. Dengan banyak calon yang mendaftar, hal ini menunjukan bahwa PDI Perjuangan di Jateng memilki banyak kader potensial.

“Memang banyak bupati dan pejabat yang SMS ke saya, selanjutnya saya juga kirim SMS ke para calon dan dibalas, kami baik-baik saja. Saingan biasa tapi kan ini masih internal,” ujarnya ketika menjawab awak media di Panti Marhen gedung DPD PDIP jalan Brigjen Sudiarto Semarang, Jumat (11/8/2017) kemarin.

Menurutnya, kalau masih dipercaya dan nanti mendapat rekomendasi masih ingin berpasangan dengan Heru Sudjatmoko, mengingat Heru juga mendaftar sebagai bacawagub, Ganjar menyerahkan sepenuhnya pada Megawati Soekarno Putri.

“Selama ini kita nyaman terus, daftar juga bareng. Kalau keinginan ada (bersama lagi,red), tapi keputusan lagi-lagi harus pakai aturan atau tradisi PDI Perjuangan. Namun kalau dipasangkan lagi siap, tidak dipasangkan siap, dipisah juga siap,” katanya.

Usai Ganjar mendaftar serta mengembalikan formulir kepada panitia penjaringan, disusul Heru Sudjatmoko mengembalikan formulir. Keduanya kemudian menggelar jumpa pers secara bersamaan di kantor DPD PDI Perjuangan Jateng.

‘’Selaku petahana dirinya siap menerima apapun keputusan dari Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, terkait dengan pendaftaran dan penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023,’’ujarnya.

Namun demikian, dalam penjaringan ini pihaknya siap terima rekomendasi (dari Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri) maupun tidak. Kalau tidak dapat rekomendasi saya siap menjadi jurkam. ‘’Jadi siap apa saja yang diperintahkan oleh Ketua Umum PDIP,’’paparnya.

Mengenai keterkaitan pelaksanaan pendaftaran dan penjaringan bakal cagub dan cawagub Jateng yang dilakukan PDIP, Ganjar menyebutkan bahwa semua pendaftar mempunyai kesempatan yang sama pada proses politik partai berlambang banteng moncong putih itu.

“Tidak ada yang spesial, Bu Mega menginstruksikan untuk mengikuti prosedur yang sama, tidak ada yang eksklusif,” ujarnya.

Ditanya mengenai visi misi yang akan diusung dirinya jika mendapat rekomendasi maju sebagai bakal cagub, Ia menjelaskan bahwa ada pengembangan dalam menjalankan amanah sebagai Gubernur sekarang ini.

“Kalau visi yang ada masa harus berubah-ubah, tapi misi bisa berubah karena ada yang sudah tercapai dan ada yang belum tercapai,” kata Politisi PDIP ini.

Disebutkan, ada beberapa hal di Provinsi Jateng yang berubah menjadi baik antara lain, reformasi birokrasi, integritas, dan pembangunan infrastruktur. ‘’Hanya kemiskinan yang belum bisa ditekan secara baik.’’

Ditanya apakah yakin mendapat rekomendasi dsri Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, Ganjar menjawab bahwa keyakinan itu selalu harus diikhtiarkan dengan doa.

“Saya dan Pak Heru sudah melaporkan kinerja kita selama empat tahun memimpin Jateng kepada DPP, dan DPP yang akan melihat progres dan indikator-indikatornya,” ujarnya.

Ganjar mengaku ada keinginan untuk dipasangkan lagi dengan Heru Sudjatmoko sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah untuk periode selanjutnya.

“Keinginan ada, tapi kalau soal keputusan lagi-lagi kita pakai tradisi PDIP. Saya sepakat dengan Pak Heru, dipasangkan kita maju, tidak dipasangkan kita siap, salah satu diantara kita (mendapat rekomendasi), kita siap,” katanya.

Lebih jauh Ganjar mengatakan, ada indikasi bahwa masyarakat Jateng masih sangat sayang dengan PDI Perjuangan. Namun tentunya keputusan nantinya tergantung Ketua Umum.

“Prosedur ini pernah saya dan Pak Heru ikuti. Ketaatan kader partai, apa yang diputuskan ketua umum, suka tidak suka mau tidak mau harus diikuti siapapun,” ungkapnya.

Berbeda dengan calon lain, berkas yang ia serahkan selain berupa hardcopy juga disediakan flashdisk jika nantinya dibutuhkan softcopy. Begitu juga dengan Heru selama ini juga sangat enjoy saja dalam menjalankan tugas dalam melayani masyarakat.

“Nyaman terus, daftar juga bareng. Kalau keinginan ada (bersama lagi,red), tapi keputusan lagi-lagi pakai tradisi PDI Perjuangan. Dipasangkan lagi siap, tidak dipasangkan siap, dipisah juga siap,” katanya.

Usai Ganjar mendaftar, disusul Heru Sudjatmoko mengembalikan formulir. Keduanya kemudian menggelar jumpa pers secara bersamaan di kantor DPD PDI Perjuangan Jateng (Suparman)

Komentar