oleh

Hidayatullah : Ironis THR Penuh ASN Batal, Tapi Insentif Pajak Barang Mewah Jalan

INILAHONLINE.COM, JAKARTA – Anggota DPR RI Hidayatullah menyesalkan kebijakan anggaran negara yang terkesan tambal sulam, “Hal tersebut bisa tergambar dari pemotongan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk ASN, pensiunan, dan aparat. Awal tahun dinyatakan akan full, tapi sekarang diumumkan akan dipotong,” ujar Hidayatullah dalam rilisnya di Medan, Sumatera Utara (3/5/2021).

Menurut anggota Fraksi PKS ini, pemerintah padahal menambahkan anggaran yang menanggung Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan roda empat dan PPN Properti melalui anggaran insentif pajak sebesar Rp 8 triliun. “Ini ironis, mobil yang masuk kategori barang mewah pajaknya malah ditanggung negara sementara THR yang berkontribusi langsung mendorong daya beli masyarakat malah di potong Rp 14 triliun,” kata Hidayatullah.

Hidayatullah melihat pemerintah berusaha mengeser dan utak-atik anggaran karena semakin terbatasnya kemampuan fiskal negara. “Jika alasan kementerian keuangan bahwa pemotongan THR ini untuk membantu pemulihan ekonomi bagi masyarakat yang lain, maka tak perlu acara groundbreaking ibukota baru sebesar Rp 1,7 triliun yang bukan prioritas saat situasi seperti sekarang,” ujar anggota Komisi XI DPR RI tersebut.

Hidayatullah berpendapat bahwa setiap rupiah anggaran yang berasal dari rakyat harus kembali kepada rakyat dengan mempertimbangkan prioritas yang paling maslahat bagi perkonomian. “Seperti insentif PPnBM ini kan secara keseluruhan sedikit sekali berdampak terhadap ekonomi, sebab data tahun lalu menyebut kontribusi mobil terhadap produk domestik bruto (PDB) hanya 0,65 persen saja, sangat minin,” ujarnya.

“Jangan sampai ada kebijakan anggaran yang tambal sulam, tiba-tiba ada insentif pajak barang mewah sementara THR yang sudah dijanjikan dibayar full malah dipotong, negara harus berpihak kepada kemaslahatan rakyat dengan asas keadilan sosial bagi seluruh rakyat,” ujar Hidayatullah.(CJ/M. Isman)

Komentar