oleh

Home Industri Obat dan Jamu Ilegal di Gerebek Tim Gabungan Ditresnarkoba Polda Jateng

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap kasus pengedaran obat palsu yang diproduksi oleh home industri jamu ilegal di Cilacap, Jawa Tengah.

Dirresnarkoba Jateng Kombes Pol Ign Agung Prasetyoko mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berkat laporan masyarakat yang ditindaklanjuti oleh aparat, sehingga dalam waktu yang tidak lama berhasil dilakukan penggrebegan pada Rabo (5/8/2020) sekitar pukul 08.00 WIB, dirumah tersangka AR alamat Dusun. Karang RT 08 RW 06 Desa Gentasari Kec. Kroya Kabupaten Cilacap.

” Dalam penggrebegan itu berhasil menangkap tersangka AR (55) beserta barang bukti seperangkat alat cetak serta obat obat palsu berupa kapsul yang siap dipasarkan, “ungkapnya dalam konperensi pers dengan awak media bertempat di Loby Mako Kantor II Ditresnarkoba Polda Jateng, Tanah Putih, Jl. Dr. Wahidin, Jomblang – Semarang, Selasa (18/8/2020)

Menurutnya, pelaku dan perannya AR berperan dalam memasukan serbuk jamu kedalam kapsul dan dikemas tanpa ijin, tersangka lainya yaitu EH (27) sebagai pemodal serta penyiapan bahan baku dan meracik jamu tanpa ijin.

“Setelah dilakukan penyidikan selama 2 sampai 3 bulan kami berhasil, menemukan tempat proses pembuatan obat-obatan dan jamu ini, untuk selanjutnya dilakukan pengerebekan, ” jelas Kombes Pol Ignatius Agung Prasetyoko.

Dijelaskan, kronologi penangkapan dan pengungkapan kasus produksi obat ilegal ini, memerlukan strategi siasat yang tepat.

” Meski tidak alami rintangan akhirnya operasi oleh KasubdiT II Ditresnarkoba dan Tim langsung melakukan penggeledahan dan penyitaan produk jamu ilegal, dengan berbagai merk dan khasiat beserta bahan baku dan alat produksi mesin pres.”

Barang bukti yang diamankan, lanjutnya, diantaranya 9.000 kapsul warna merah kosong, 4 kantong berisi bukuk racikan kopi, jamu dan serbuk isi kapsul. “Petugas juga mengamankan jamu sachet plastik sebanyak 2 roll dan 1.200 renteng,¬† Sachet kertas 700 lembar, kotak karton 900 kotak, hanger karton 60 hanger.”

Dia yang didampingi para Kabid menjelaskan, ada juga 2 buah mesin pres, 1 ember, 2 tampah plastik, 2 tampah bumbu dan 2 sendok yang digunakan pelaku sebagai alat produksi. Bahan jadi yang diamankan yaitu 23.039 kapsul berbagai merk dalam kemasan siap edar, bubuk sebanyak 150 sachet deangan rincian 1 kardus berisi 90 kotak jamu bubuk penambah stamina pria dewasa  merk Gatot Kaca, 6 kotak kopi jantan.

“Jadi isi yang terkandung dalam obat dan jamu tersebut yang diproduksi kedua tersangka sangat berbahaya untuk manusia,” ujarnya.

Padahal, menurutnya, dalam kemasan tersebut isi dari obat dan Jamu yang beredar tersebut yaitu Kencur, Gula, Tepung, Kopi dan Jahe untuk tepung kita msaih kirim ke Labfor untuk mengetahui kandunganya.

“Peredaran obat dan jamu tersebut sudah hampir seluruhnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur serta telah merambah ke wilayah Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.” lanjutnya.

Menurutnya, Pasal yang disangkakan kepada dua tersangka tersebut adalah Pasal 196 dan 197 UUD Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 15.000.000,- (satu milyar lima ratus juta rupiah).

Tersangka mengaku sudah melakukan aksi busuknya selama 2 tahun terakhir dengan omset bersih sebulan mencapai Rp. 15.000.000,- (Lima Belas Juta Rupiah).

“Konsumen untuk tidak terkecoh dengan kemasan rapi pada jamu dan obat yang beredar bebas di pasaran, lebih baik agar ke dokter dahulu apabila ada keluhan,”pintanya.(Suparman)

Komentar