oleh

HUT Ke-427 Kota Semarang Masuk Rekor LEPRID, Dimeriahkan 24 Ribu Penari Semarangan

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Puncak acara peringatan HUT Kota Semarang ke-472, dimeriahkan serta diwarnai dengan aksi tari Semarangan, dengan melibatkan sebanyak 24 ribu orang berjoget bersama di jalan Pemuda Semarang. Kegiatan yang dilaksanakan Kamis (2/5/2019) tersebut pun memecahkan rekor Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID).

Sepanjang jalan Pemuda mulai dari Lawang Sewu hingga depan Paragon Mall, dipenuhi lautan manusia dengan Kebaya putih dan merah mendominasi gelaran acara. Tak hanya dari Forkompimda, adapula siswa-siswi, anggota TNI, Polri serta masyarakat umum turut serta bersama-sama menarikan tari Semarangan. Acara pun berlangsung meriah sehingga sepnjang jalan tersebut dipenuhi warga masyarakat kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengaku takjub melihat gelaran tari Semarangan yang diikuti ribuan warga masyarakat. Dimana sebelumnya diperkirakan akan ada 16 ribu peserta ternyata bisa mencapai 24 ribu peserta yang terlibat.

“Alhamdulillah, dari perkiraan 16 ribu malah menjadi 24 ribu. Sehingga, kita menerima Penghargaan LEPRID Tari Semarang terbanyak 24 ribu peserta,” ujarnya, Kamis (2/5/2019)

Hendi, sapaan akrabnya menerangkan, bahwa dalam HUT ke-472 tahun, dimeriahkan berbagai acara seperti, gebyur Bustaman, lomba olahraga di internal pemkot Semarang, tari kolosal tari Semarangan, tirakatan HUT Kota Semarang, dan Pengajian Habib Syeh. Dan juga Dugderan pada 4 Mei 2019 mendatang.

Dirinya pun meminta, agar masyarakat Kota Semarang bisa ikut berpartisipasi memeriahkan HUT jadi Kota Semarang tersebut.

Menurutnya, Ini bukan ulang tahun pemkot tapi ulang tahun Kota Semarang.

“Jadi, masyarakat saya minta ikut berartisipasi memeriahkan hari jadi kota Semarang. Semuanya ikut, senang meriah. Saya harap seluruh masyarakat di pelosok Semarang bisa merasakan kegembiraan ulang tahun kota Semarang,” imbuhnya.

Hendi pun berharap, pembangunan Kota Semarang kedepan bisa hingga ke pelosok Kota Semarang. Upaya juga terus dilakukan untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran di Kota Semarang. infrastuktur jalan semakin baik, banjir mampu diatasi, dan pertumbuhan ekonomi semakin baik.

”Ini tidak mungkin terlaksana jika masyarakat apatis. Namun dengan melakukan pendekatan dari berbagai pihak, konsep bergerak bersama akan terus dilaksanakan supaya Kota Semarang menjadi kota kebanggaan,” tukasnya.

(Suparman)

Komentar