oleh

Imigrasi Wonosobo Deportasi WNA Asal Afrika Selatan

INILAHONLINE.COM, WONOSOBO

Dinilai meresahkan warga di wilayah Magelang, Mark Berchowitz (46), warga negara asing (WNA) asal Afrika Selatan, dideportasi Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Wonosobo antaran telah melakukan perbuatan yang meresahkan masyarakat di wilayah Kabupaten Magelang.

Kepala Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo, Henki Irawan, dalam konferensi pers, Senin (9/11), di Kantor Imigrasi setempat, mengungkapkan pelaku ditangkap Jumat (6/11), di sebuah hotel di wilayah Borobudur Magelang.

“Proses penangkapan dilakukan Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) bersama personil Polres Magelang. Saat dilakukan penangkapan pelaku kooperatif tanpa melakukan perlawanan pada petugas. Pelaku masuk daftar cekal,” katanya kepada suarabaru.id grup siberindo.co

Kepala Seksi Intelejen dan Penindakan Keimigrasian, Uchky Aditya menambahkan, saat ini Mark Berchowitz masih berada di Ruang Detensi Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Wonosobo. Dalam waktu dekat ini akan segera diterbangkan ke negara asalnya.

“Rencananya besok, Selasa (10/11), pelaku akan dideportasi. Koordinasi dengan Kantor Kedutaan Afrika Selatan di Jakarta sudah dilakukan dan tinggal menunggu waktu penerbangan ke Afrika Selatan,” paparnya.

Mark Berchowitz Dideportasi karena melanggar Pasal 75 ayat (1) UU No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Pejabat Imigrasi berwenang melakukan tindakan administratif keimigrasian terhadap WNA yang berada di wilayah Indonesia.

Foto istimewa

“Jika terbukti seorang WNA melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menaati peraturan perundang-undangan. Sanksi pelaku dideportasi ke negara asal,” sebut Uchky.

Selama ini, sambung Uchky, WNA tersebut tinggal berpindah-pindah di Bali, Surabaya, Yogyakarta dan terakhir di Magelang. Pelaku kepada petugas mengaku mau pulang tidak bisa karena tidak ada penerbangan akibat pandemi global covid-19.

“Pelaku mengaku frustasi dan jenuh tinggal di Indonesia. Yang bersangkutan datang ke Indonesia untuk keperluan wisata. Barang bukti berupa handphone dan buku paspor kini diamankan petugas,” paparnya.

Komentar