oleh

Ditres Narkoba Polda Jabar Cegat Truk Pembawa 10,9 Kilogram Sabu-sabu di Gerbang Tol Cikampek

INILAHONLINE.COM, BANDUNG

Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar berhasil mengamankan sebuah truk yang kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu. Truk tersebut diamankan di Gerbang Tol Cikampek Utama, Karawang, Sabtu (7/11/2020).

Sopir dan kernet yang diamankan diduga kuat merupakan kurir narkoba sebuah jaringan peredaran narkotika antarprovinsi. Penangkapan dua kurir narkoba itu merupakan hasil pengembangan yang dilakukan personel Subdit II Ditres Narkoba Polda Jabar yang dipimpin AKBP Herryanto.

Dirresnarkoba Polda Jabar Kombes Pol Rudy Ahmad Sudrajat mengatakan pengungkapan ini dilakukan selama sebulan terakhir.

“Kami amankan sabu sebanyak 10 bungkus yang dibungkus plastik alumunium berwarna hijau seberat 10,9 kilogram,” ujarnya di Polda Jabar, seperti dilansir ayobandung anggota grup siberindo.co Selasa (10/11/2020).

Rudy menjelaskan, pada tanggal 1 Oktober pihaknya mendapatkan laporan bahwa ada pengiriman narkoba jenis sabu yang dikirim dari Pekanbaru Riau.

“Dikirim dari Pelabuhan Kampar, barang tersebut akan diantar ke Madura Jawa Timur. Lalu Kasubdit 2 dan anggota timnya sebanyak 4 unit melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan dua orang yang bertugas sebagai kurir pembawa sabu tersebut.

“Kita amankan 2 orang kurir berinisial AHD dan OM. Statusnya keduanya sebagai kurir. Mereka supir dan kernet truk yang diamankan. Untuk sekali pengiriman 1 bungkusnya mereka diberikan upah Rp 50 juta, ya dikali 10 bungkus berarti mereka dapat upah Rp 500 juta,” katanya.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti dalam kasus tersebut.

“Kita amankan narkotika jenis sabu seberat 10,9 kilogram, lalu 1 unit truk berwarna kuning bernomor polisi W 9812 NV, 1 set ban serep dan beberapa handphone,” ujar Rudy.

Akibat perbuatannya, tersangka terancam Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun atau pidana penjara seumur hidup dan denda Rp 10 Miliar.

Komentar