oleh

Indocement Alokasikan Belanja Modal Lebih Tinggi Dibanding Tahun 2019

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Demi menghadapi kenaikan permintaan pada 2020, pt. Indocement Tunggal Perkasa, Tbk (ITP) produsen sement merek “Tiga Roda” Indocement mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) yang lebih tinggi dibanding 2019, yaitu sekitar Rp 1,3 triliun. Demikian dikatakan Presiden Direktur ITP Christian Kartawijaya

“Nilai tersebut naik Rp 400 miliar dari capex tahun ini yang sekitar Rp 900 miliar,” ujarnya.

Menurut Christian Kartawijaya, meskipun demikian, Indocement belum berencana untuk menambah kapasitas produksinya. Karena utilisasi perusahaan ini baru mencapai 70% dari total kapasitas jiia melihat industri semen masih akan menghadapi kelebihan suplai (oversupply) yang cukup besar.

 

“Harga semen saat ini belum bisa menutup kewajiban perusahaan untuk bayar utang. Persaingan masih cukup ketat. Tahun depan, beberapa perusahaan juga akan tambah kapasitas baru,” ungkapnya

Christian mengungkapkan, sebagai gambaran, per September 2019, laba bersih ITP melesat 90,35% secara tahunan menjadi Rp 1,17 triliun, dari sebelumnya Rp 617,7 miliar. Meskipun begitu, pendapatan ITP hanya naik tipis 5,33% menjadi Rp 11,34 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 10,77 triliun.

“Sebelumnya, kami memprediksi, bahwa volume penjualannya pada 2019 akan naik 3%-4% dibanding realisasi tahun ini. adapun penjualan semen perusahaannya hingga akhir 2019 bisa mencapai 18 juta ton dari total kapasitas produksi yang sebanyak 24,5 juta ton,” terangnya

Presiden Direktur PT. ITP, Christian Kartawwjaya bersama jajaran direksi ketika memberikan keterangan pers

Menurut Chrsitian, sebelumnya pada tahun 2019 lalu capaian tersebut sejalan dengan pertumbuhan volume penjualan semen secara industri yang diprediksi tumbuh 0%. Meski flat, volume penjualan semen tersebut membaik dibanding tahun 2018 yang justru tumbuh negatif.

“Kenaikan penjualan pada November 2019 lalu cukup baik dan masih berlanjut hingga Desember ini. Dalam arti, pertumbuhannya bisa di 5%-10%,” ucapnya kepada media di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa waktu lalu.

Untuk tahun 2020 ini, diharpakan kenaikan volume penjualan semen didorong oleh efek pengganda (multiplier effect) dari pembangunan infrastruktur yang masih akan dilakukan di Indonesia. (Red/PH)

Komentar