oleh

Jateng Optimis Bakal Penuhi Target Perubahan PAD Sebesar Rp14,4 Triliun

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bakal terus berupaya menggenjot pendapatan daerah dari berbagai sektor, setelah dilakukan perubahan target Pendapat Asli Daerah (PAD) mengalami kenaikkan menjadi sebesar Rp 14,4 triliun hingga akhir tahun ini.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Provinsi Jawa Tengah Tavip Supriyanto mengatakan, target perubahan PAD Jateng 2019 naik 2,66% dari dari target murni senilia Rp 14 triliun menjadi sebesar Rp 14,4 triliun. Namun hingga periode akhir Oktober2019 realisasi PAD Jateng sudah mencapai 83,03% dari taget perubahan sebesar Rp 12,09 triliun.

”Kami optimis bisa mencapai target yang telah ditetapkan hingga akhir tahun ini,” ujarnya dalam dialog Primetopic, dengan mengangkat tema Menggali dan Meningkatkan PAD yang digelar di Hotel Quest Semarang, Kamis (8/11/2019).

Menurutnya, dengan perubahan tager PAD tersebut, Pemprov Jateng kini berupaya terus menggenjot pendapatan melalui berbagai sektor, tidak hanya pajak kendaraan bermotor, tetapi juga potensi sejumlah BUMD dan Bank Jateng.

”Memang ada sejumlah sektor yang dapat digali untk memberikan konstribusi PAD, di antaranya dari Bank Jateng dan Bappeda. Sedangkan sejumlah sektor lain juga dengan mengoptimalkan pendapatan BUMD,”paparnya.

Terkait potensi yang besar itu, lmenurut dia, selama ini masih dari perolehan pajak kendaraan bermotor, pajak bahan bakar kendaraan bermotor, rokok, dan pajak air permukaan. Sedangkan pendapatan dari sektor lain seperti BUMD belum bisa dilakukan secara optimal, sehingga baru akan dilakukan kajian dengan melibatkan para akademisi.

Sementara pendapatan dari sektor bea cukai yang kini kerjasama dengan Kanwil Bea Cukai dan Satpol PP se-Jateng, terus melakukan rapat terbatas untuk memberantas rokok ilegal. ”Ini panting kaitannya dengan pajak rokok, mengingat dari hasil operai Bea Cukai, ditemukan sejumlah kontainer yang memuat rokok ilegal,” tuturnya.

Pendapatan dari pajak rokok, menurutnya, pada tahun lalu masih rendah tidak sesuai yang diharapkan, karena dari pusat ada kebijakan pemotongan untuk subsidi BPJS Kesehatan.

Sedangkan kontribusi pajak kendaraan bermotor hingg saat ini, paling terbesar memberikan kontribusi PAD Jateng. Bahkan hingga Oktober 2019, Bapenda Jateng telah merealisasikan pendapatan dari sektor pajak kendaraan bermotor sebesar 84,64% senilai Rp 3,8 triliun, sehingga sisanya diharapkan sampai akhir tahun ini sudah dapat direlisasikan.

Selain itu, tutur Tavip, terdapat pendapatan lain dari sektor bea balik nama kendaraan sebesar Rp 2,8 triliun. Targetnya tahun ini, bea balik nama yang ditetapkan senilai Rp 3,4 triliun.

“Kami optimis hingga akhir tahun ini target pendapatan dari sektor pajak dan balik nama itu dapat tercapai, mengingat akhir Nomber-Desember masih cukup banyak wajib pajak kendaraan yang bakal melunasi pajak pada bulan tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, Bapenda Jateng telah membuat inovasi baru dengan bayar pajak berbasis aplikasi bernama Sakpole. Dengan aplikasi itu, maka kemudahan masyarakat dalam membayar pajak dapat diberikan kepada masyarakat pemilik kendaraan.

Sementara itu, Sekretaris Komisi C DPRD Jateng Hendri Wicaksono menuturkan ada sejumlah sektor yang bisa digali untuk meningkatkan PAD Jateng, di antranya sektor pariwisata, perikanan dan peternakan, serta sektor migas.

”Namun hingga kini BUMD itu belum memperkuat peningkatan pendapatan, apalagi banyak aset yang belum belum digarap secara produktif,”ujarnya.

Dr Taufik Hidayat SE MSi CRBC dari STIE Bank Jateng menambahkan sektor lain yang bisa dioptimalkan adalah sektor industri pariwisata, yang dikelola secara profesional dengan ekosistem antara OPD yang terkait. Selain itu, ada sektor petani, pengusaha,UMKM yang menyumbang kontribusi besar, sehingga belumdigarap secara baik.

“Apalagi di era digital potensi pariwisata daerah bisa dikembangkan, dengan lebih mudah lewat internet, online maupun media sosial untuk mengenalkan kepada pasar, khususnya wisatawan domestik maupun mancannegara,” tuturnya.

(Suparman)

Komentar