Kabar Baru untuk Kalangan Perguruan Tinggi Dana Riset 2019 Naik Menjadi Rp1,7 Triliun

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Kabar terbaru dan menyenangkan bagi kalangan perguruan tinggi, bahwa dana riset tahun 2019 mendatang, bakal meningkat menjadi Rp 1,7 Triliun dari tahun sebelumnya (2018) senilai Rp 1,4 Triliun.

”Peningkatan sebesar Rp 1,7 Triliun itu, termasuk manajemen, peningkatan kapasitas, laihan penulisan dan bedah proposal,”ujar Direktur Riset dan Pengabdian masyarakat Dirjen penguatan Riset dan pengembangan Kemenristek Dikti Prof Dr Ocky Karna Radjasa MSc diselasela dalam Seminar Internasional The 1st International Conference on Education and Social Science Research yang diadakan LPPM Universitas PGRI Semarang di Hotel Harris Semarang, Sabtu (6/10/2018).

Menurutnya, seminar yang diikuti ratusan peserta dengan 90 pemakalah itu, dalam peraturan Presiden Nomor 38/2018 tentang Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) Tahun 2017-20145, yang mana dokumen pelaksanaan RIRN disusun dalam jangka waktu lima tahun yang kemudian diseut sebagai prioritas riset nasional.

”Tahun 2017 hingga 2019 telah ditetapkan 10 bidang yang menjadi fokus program prioritas penelitian, diantaranya pangan dan peetanian, kesehatan dan obat-obatan, transportasi, energi terbarukan, maritim, seni dan budaya serta pendidikan,”katanya.

Ia menegaskan, penulisan artikel ilmiah yang baru dilaksanakan di UPGRIS ini, sebagai upaya untuk mengindeks yang hasil alkhirnya yaitu bisa menghasilkan jumlah artikel ilmiah lebih banyak.

”Jumlah penulisan artikel ini hasilnya akan bisa dilihat dalam waktu enam bulan, tetapi nama penulis artikel ilmiah akan muncul di dunia maya,”ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran revolusi industri 4,0 harus diantisipasi tenaga pendidik atau dosen yang harus mampu meningkatkan kapasitas siswa, ataupun mahasiswa agar bisa bersaing pada era berikutnya.

”Hanya dalam seminar kali ini untuk mewadahi dosen UPGRIS dan universitas lain dalam upaya publikasi karya ilmiah meraka,”ujarnya.

Seminar yang menghadirkan pembicara Dr Leonard Tijing dari University or Teknology Sidney, Australia, Prof. Haruni Sato asal Kobe University, Jepang, Prof Rithhikorn Siriprasentchok dari Burapha University, Thailand, dan Dr Nor Fadila Amin dari University of Tehnology Malaysia.

Ketua Panitia Seminar Dr Achmad Buchori mengatakan, pelaksanaan seminar internasional ini, menjadi yang pertama kali dilaksanakan oleh UPGRIS. ”Kami dari LPPM UPGRIS dalam tahun ini, masih akan menyelenggarakan satu seminar Internasional lagi,”pungkasnya.

(Suparman)

banner 521x10

Komentar