oleh

Kejari Semarang Tetapkan Windi Rochmawati Sebagai Tersangka Suap

INILAHONLINE.COM, SEMARANG – Setelah melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terhadap empat orang pegawai BPN Kota Semarang, Kejaksaan Negeri Semarang akhirnya menetapkan Kepala Subseksi Pemeliharaan Data Pertanahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang, WR sebagai tersangka dugaan suap di kantor pertanahan di Ibu Kota Jawa Tengah itu.

‘’Setelah melakukan pendalaman dan pengembangan terhadap kasusnya secara maraton, berhasil meningkatkan menjadi penyidikan, dan meningkatkan kepada siapapun yang terlibat,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Semarang Dwi Samudji di Semarang, Rabu (7/3/2018).

Menurutnya, dalam pengembangan kasus ini tidak menutup kemungkinan ada pihak yang dirasa cukup bukti terlibat dalam tindak pidana ini, akan ditetapkan sebagai tersangka. Termasuk kepada pihak masyarakat yang melakukan penyuapan. ‘’Jika cukup bukti akan ada tambahan yang menjadi tersangka,’’paparnya.

Menurut dia, pengungkapan dugaan suap di kantor BPN ini bermula dari laporan masyarakat. Bahkan banyak keluhan yang dilakukan terhadap masyarakat terhadap pemberi layanan terkait pengurusan sertifikat tanah.

‘’Dari laporan masyarakat ini kejaksaan sempat menindaklanjuti laporan itu dan melakukan penyelidikan. Namun sempat saya minta mundur dulu karena diduga barang bukti hanya 1 amplop,” katanya.

Dalam mengulur waktu itu, menurutnya, bukan berarti mundur tetapi menunggu setelah diyakini terdapat barang bukti cukup besar, petugas melakukan penangkapan terhadap oknum pegawai BPN tersebut.

‘’Dengan adanya barang bukti cukup banyak inilah yang akhirnya bisa melakukan penangkapan beserta barang buktinya,’’katanya.

Ia menjelaskan, dalam penangkapan itu tim TP4D dari Kejari Semarang mengamankan empat pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang , dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang diduga berkaitan dengan pengurusan dokumen agraria di Ibu Kota Jawa Tengah itu.

‘’Keempatnya berhasil diamankan pada Senin (5/3) sore di kantor BPN Semarang. Keempat orang tersebut masing-masing berinisia WR, S, J dan F. S sendiri diduga merupakan Kepala BPN Kota Semarang. ‘’Bersama keempat orang itu, diamankan pula uang Rp 32,4 juta dalam sembilan amplop.’’

Sementara itu, setelah melakukan tangkap tangan terhadap pegawai BPN pelayanan tetap jalan seperti biasa, sehingga tidak terjadi adanya kejadian. Oleh karena itu, pelayanan terhadap masyarakat yang mengurus sertifikat tetap berlangsung lancar dan tidak terjadi berhenti dalam melayani masyarakat.

‘’Operasional kantor BPN Kota Semarang masih beroperasi seperti biasa. Tetap kondusif dan masyarakat terlayani,’’ kata Pawarto Kepala Subbagian Tata Usaha BPN Kota Semarang.

Menurut dia, berkaitan dengan mekanisme pengurusan dokumen agraria di BPN Semarang, kini sudah dilakukan secara daring. Termasuk pembayaran yang sudah tidak dilakukan secara langsung, namun melalui rekening bank. ‘’Jadi sudah tidak ada transaksi tunai,” katanya.(Suparman)

Komentar