oleh

Kemenhub Koordinasi Langsung Kinerja Kelancaran Kegiatan Di Pelabuhan Utama Tanjung Priok

INILAHONLINE.COM , JAKARTA

Kementeri Perhubungan (Kemenhub) melakukan koordinasi langsung kinerja kelancaran di Pelabuhan Utama Tanjung Priok. Pasalnya, selama ini sering terjadi kemacetan di dalam pelabuhan, pintu tol akses dan over dimensi over load (ODOL) serta Delivery Order (DO).

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam kunjungannya ke Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Minggu (9/12) kemarin juga melakukan Rapat Koordinasi dengan Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok tersebut yang memaparkan mengenai persiapan Natal & Tahun Baru di pelabuhan Tanjung Priok, Implementasi DO (delivery order) online di pelabuhan Tanjung Priok, Kemacetan di pelabuhan (di dalam pelabuhan,pintu tol akses pelabuhan dan dilanjutkan Peninjauan ODOL (over dimensi over load).

Dalam kunjungannya ke Pelabuhan Tanjung Priok itu, Menhub didampingi Dirjen Perhubungan Laut Ir. R Agus H Purnomo, Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Capt Hermanta dan Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) dan Indonesia Shipping Agency Association (ISAA) sekaligus owner PT Daisy Mutiara Samudra (DMS) H. Juswandi Kristanto serta sejumlah pejabat Kemnhub, pejabat dilingkungan pelabuhan Tanjung Priok.

Sementara itu, sebelumnya Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengusulkan PT Pelabuhan Indonesia II/IPC menambah luas area kantong parkir truk kontainer atau buffer area di Pelabuhan Tanjung Priok. Penambahan buffer area itu guna mencegah penumpukan truk saat menunggu proses bongkar muat di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

“Kami apresiasi disiapkan buffer area truk di Priok oleh Pelindo II di lahan eks Pacific Paint Martadinata, namun hendaknya ke depan ditambah lagi luasannya,” kata Ketua Umum DPP Aptrindo, Gemilang Tarigan kepada media.

Belum lama ini PT Pelindo II telah melakukan uji coba penggunaan buffer area di Pelabuhan Tanjung Priok. Direktur Operasional dan Sistem Informasi Pelindo II Prasetyadi mengatakan penggunaan buffer area itu akan membantu kelancaran arus barang dan kendaraan di dalam area pelabuhan.

“Salah satunya dengan melakukan penataan lahan parkir, termasuk memanfaatkan kantong parkir kendaraan kontainer yang lokasinya berada di bekas lahan pabrik Pacific Paint, Jalan R.E. Martadinata. Karena luas buffer area yang disiapkan sekitar 2 hektare dan mampu menampung sekitar 1.100 unit truk per hari,” ujarnya

Dia menyatakan penggunaan buffer area hanya untuk truk parkir maksimal 2 jam untuk menunggu antrean pelayanan di dalam terminal bongkar muat barang dan lahan buffer area itu dilengkapi dengan fasilitas informasi yang memungkinkan para pengemudi bisa monitor antrean bongkar muat barang di terminal yang dituju.

(Iwan Stone)

Komentar