Ganjar Beri Semangat Para Relawan Saat Atasi Banjir Sungai Banjir Kanal Timur

Jawa Tengah438 Dilihat

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memilih cara unik agar relawan di sungai Banjir Kanal Timur (BKT), tidak lelah membantu warga Kaligawe Semarang usai terkena limpasan air sungai. Dengan melingkar dan ngglesot, Ganjar mengajak mereka makan bersama dan memberi tips kampanye jangan buang sampah sembarang.

Saat ini relawan dari berbagai organisasi kemasyarakatan bahu – membahu membantu warga Kaligawe pasca banjir yang menggenangi pemukiman mereka.

”Sopo seng buang sampah sembarangan parani, ojo kasar, ora ngajak gelut tapi ngandani ben awake dewe ora kebanjiran,” ujar Ganjar kepada puluhan relawan yang duduk melingkar makan bersamanya di tenda dapur umum, Minggu (9/12/2018).

Mereka nampak lahap menyantap menu sayur kacang dan kubis dengan lauk ikan nila goreng. Maklum mereka habis berkeliling di sekitar sungai BKT mengecek tumpukan sampah dan limpasan air di pemukiman warga Kaligawe.

Setelah mengecek beberapa lokasi, Ganjar lantas mengintip beberapa ibu-ibu dan para pemuda yang tengah menyiapkan santap siang untuk warga. Ada sekitar 3.100 bungkus makanan yang disiapkan untuk dibagikan kepada warga dengan sayuran dan ikan goreng.

”Yang menarik ini ikannya hasil pemberian pedagang di Pasar Kobong sebanyak dua kuintal. Terimakasih ya,”tuturnya.

Puluhan relawan itu berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan, Pramuka serta dari jajaran pemerintah. Mereka berbagi tugas, dari membantu pengaturan lalu lintas, membersihkan rumah-rumah warga yang penuh lumpur karena terkena limpasan air sungai hingga memasak dan membagi makanan ke warga setempat.

”Tolong nanti kalau bagi makanan sekalian kampanyekan jangan buang sampah di sungai, sopo seng buang sampah sembarangan parani wae,” ujarnya.

Ganjar baru tiba di Semarang sekitar pukul 13.00 WIB usai melantik pengurus Keluarga Alumni Universitas Gajahmada (KAGAMA) Provinsi Jambi dan langsung meninjau Kaligawe.

Usai turun dari mobil H 1 di sisi jembatan Kaligawe, Ganjar memandangi kondisi sekitar dari pemukiman, pengerjaan sungai sampai tumpukan sampah di bawah jembatan. Menyadari seluruh bagian bawah jembatan tertutup sampah, Ganjar segera mendekatinya.

”Limpasan air beberapavwaktu lalu sudah ketahuan ternyata bukan bandang, tapi ternyata air tidak bisa mengalir karena tersumbat sampah. Jembatan ini tersumbat oleh sampah yang masif. Tindakan darurat kita adalah mengeruk sampah ini,”tutur Ganjar.

Dia menginstruksikan Balai Besar Wilayah Sungai untuk menggandeng Pemkot Semarang mempercepat pengerukan sampah di bawah jembatan itu.

”Pemkot dan BBWS akan mengirimkan peralatan dan standby-kan di sini. Kita akan lihat dan check BMKG sejauh mana cuaca akan turun terus menerus,” ujarnya.

(Suparman)

banner 521x10

Komentar