oleh

Kemenhub Minta Angkutan Laut dan Darat bisa Terintegrasi di Terminal Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta antara angkutan laut dan darat agar terintegrasi di Terminal Penumpang, Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, sebagai upaya untuk memudahkan masyarakat ketika menggunakan angkutan laut.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengtakan pihaknya menginginkan terdapat kerja sama antara pelabuhan, pemerintah daerah, dan perusahaan otobus guna membuat integrasi tersebut.

“Kami minta kepada Pelindo III bisa kerja sama dengan Pemda dan PO Bus untuk mengadakan arama bis dari Tanjung Emas ke beberapa kota terdekat atau ke terminal-terminal bus,” ujarnya dalam keterangan resminya,Senin (6/5).

Menurutnya, sejumah armada bus yang diintegrasikan di terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Emas memiliki operasional yang harus disesuaikan dengan jadwal kedatangan kapal, sehingga bisa maskimal membawan para penumpang.

Budi mengapresiasi PT Pelindo III yang telah membuat program mudik gratis dengan kapal laut PT Pelni dan menyediakan angkutan bus gratis ke daerah-daerah tujuan pemidik dengan bus Damri.

Namun, lanjutnya, angkutan bus di luar program mudik gratis juga perlu dilakukan mengingat pergerakan penumpang menuju Jawa Tengah besar sekali.

Selain dari Jakarta, dia menambahkan penumpang kapal laut yang menuju ke Semarang juga banyak dari daerah lain dari Kalimantan seperti dari Kumai, Sampit, Pontianak dan lainnya.

“Jadi disesuaikan, kalau memang harus 24 jam ya 24 jam. Kalau tidak, nanti di atur saja. Misalnya bus mulai beroperasi dari jam 6 pagi sampai jam 10 malam, lalu kalau ada kapal yang datang malam di atas jam 10, mereka kita minta tetap di Pelabuhan dulu, jangan keluar dari pelabuhan, demi keselamatan,” tuturnya.

Kementerian Perhubungan mencatat Jawa Tengah bakal jadi Provinsi terbanyak dalam penerima pemudik.

“Mudik 2019 ini Kemenhub menyiapkan 1300 bus, di antaranya akan mengantarkan 56.000 pemudik ke 32 kota di Jateng. Sisanya ke Jatim, Lampung dan Padang,” ujar Budi Karya.

Dia mencatat selain menggunakan bus, moda favorit untuk mudik bagi masyarakat adalah mobil pribadi yang diprediksi mencapai 4.300.346 orang. Sementara untuk Sepeda motor mencapai 2.488.058 orang, dan pesawat 1,4 juta. Sementara penumpang angkutan umum pada2018 sebanyak 4,15 juta, pada tahun 2019 mencapai 4,6 juta.

“Puncak arus mudik akan terjadi pada 31 Mei, 1 dan 2 Juni di hari Jumat, Sabtu, Minggu pada jam 6 pagi sampai 10 pagi,” tuturnya,

(suparman)

Komentar