oleh

Kendaraan dinas Pemkab Bogor beralih gunakan BBG

-Nasional-128 views
CIBINONG – Guna membatasi penggunaan Bahan Bakar Minyat (BBM) bersubsidi dan mengurangi kelangkaan BBM. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam hal ini Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Bogor memanfaatkan Gas Bumi untuk sarana transfortasi Bahan Bakar Gas (BBG), pihaknya saat ini mulai menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG) untuk kendaraan dinas lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, dengan mendirversifikasi BBM ke BBG.Untuk langkah awal, sedikitnya 100 kendaraan dinas di Lingkungan Pemkab Bogor akan dipasang converter kit atau peralatan konversi dari bahan bakar minyak ke gas, di halaman kantor ESDM Kabupaten Bogor, Rabu (23/11).
 
Kadis ESDM Kabupaten Bogor, Ridwan Syamsudin menuturkan, saat ini kondisi Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya premium terjadi kelangkaan, sehingga Kementerian ESDM mengambil langkah dengan memanfaatkan energi terbarukan yaitu BBG, untuk 1000 kendaraan percontohan termasuk 100 kendaraan dinas Pemkab Bogor yang akan dipasang conventer kit untuk mulai beralih dari BBM ke BBG. Sementara untuk tahun 2017 mendatang, Kementerian ESDM akan menambah kuota 5000 kendaraan se Indonesia yang akan di conversi dari BBM ke BBG.
 
“Kita mendapat kuota untuk 100 kendaraan dinas sebagai percontohan dari Kementerian ESDM, saat ini yang sudah mulai menggunakan BBG baru 17 unit kendaraan dinas dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), pengisian BBG kami siapkan di halaman Kantor hingga 25 November mendatang,” ungkap Ridwan.
 
Sambung Ridwan, melalui conversi kendaraan dinas dari BBM ke BBG diharapkan mampu mensosialisasikan manfaat dari BBG yang dianggap lebih bersih bila dibandingkan dengan BBM, karena emisi gas buangnya yang rendah dan bersifat ramah lingkungan tersebut bisa menularkan virus positif yang nantinya BBG bisa dimanfaatkan untuk kendaraan umum di Kabupaten Bogor.
 
“Kami berharap dan mendorong khususnya di Kabupaten Bogor ini untuk lebih memayarakatkan manfaat dari BBG ini, dengan menyediakan infrastruktur Bahan Bakar Gas yakni SPBG yang rencananya akan disiapkan dibeberapa titik di wilayah Kabupaten Bogor yang akan disahkan oleh Kementerian ESDM, sehingga masyarakat dengan mudah mendapatkan BBG,” tegasnya.
 
Sementara itu, Kabid Migas dan Panas Bumi ESDM Kabupaten Bogor, Asep Sulaiman mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk menciptakan Kabupaten Bogor ramah lingkungan, beberapa kendaraan dinas dari beberapa SKPD sudah mulai menggunakan BBM diantaranya,  Dinas ESDM enam unit, Disdik tiga unit, DLLAJ tiga unit, DPKBD satu unit.
 
“Kami sediakan hingga 25 November 2016 mendatang, semakin langkanya BBM maka BBG ini harus dimanfaatkan selain hemat energi, lebih murah dan ramah lingkungan. Kami berharap ini bisa mencapai target 100 kendaraan dinas bisa beralih ke BBG,” tutur Asep.
 
Asep melanjutkan, BBG diharapkan bisa digunakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Bogor karena manfaatnya baik. “Saya berharap ini akan berjalan memang perlu kerja keras dalam mensosialisasikan BBG ini, salah satu contoh gas elpiji 5Kg awalnya masyarakat cemas menggunakannya dan cenderung menggunakan minyak tanah. Saat ini justru manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat saya berharap BBG juga bisa seperti itu dan bisa digunakan untuk semua kendaraan dalam kegiatan sehari-hari,” tukasnya.
 
Seperti diketahui, Indonesia memiliki cadangan gas bumi yang cukup banyak, bahkan sampai saat ini masih diekspor. Selain itu, keunggulan dari BBG berupa CNG, nilai oktannya (RON) mencapai 120, sementara bensin hanya RON 88-95, sedangkan LGV/LPG (Liquefied Gas for Vehicle) tingkat oktannya mencapai 98. (Dewi/Diskominfo)

Komentar