oleh

Kerja Sama Kota Semarang dan Toyoma Jepang, Bahan Bakar Gas Bisa Direalisasikan

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Program kerjasama antara Pemerintah Kota Semarang dengan Pemerintah Toyama City Jepang, akhirnya berhasil diwujudkan. Penandatanganan MoU kedua belah pihak telah dilakukan pada 14 Desember 2018, kini sudah bisa direalisasikan.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, program konversi BRT dari solar ke gas ini menjadi wujud dari kerja sama yang sudah dilakukan. Oleh karena itu, terkait dengan pembiayaan program konversi dari bahan bakar minyak menjadi bahan bakar gas (BBG) sebesar Rp 10 miliar, Kementerian Lingkungan Hidup Jepang menyetujui pembiayaan 50 persen.

”Dengan skema Joint Crediting Mechanism (JSM) sisa pembiayaan 50 persen akan ditanggung oleh APBD Kota Semarang,”ujarnya kepada awak media disela-sela Peluncuran BRT Gas di Patra Jasa Convention Hotel Semarang, Rabu (9/1/2019).

Ia menjelaskan, upaya peralihan bus berbahan solar ke gas ini adalah wujud peningkatan layanan transportasi kepada masyarakat Semarang. Dengan peningkatan layanan transortasi ini, dapat mendorong masyarakat memilih menggunakan kendaraan publik dari pada kendaraan pribasi,”tegas Walikota yang disapa Hendi itu.

Menurut Hendi, kedepan pihaknya juga akan menjajaki potensi pegembangan hidro energi yang memanfaatkan arus sungai menjadi tenaga listrik. Hal ini harus dilakukan karena Semarang memiliki beberapa sungai dengan aarus dan debit yang berpotensi menggerakkan turbin menjadi tenaga listrik sebagaimana di Toyama.

”Jadi kerja sama sister city atau kota kembar ini, akan terus ditingkatkan. Bentuk apa yang baik di Toyama akan diaplikasikan juga di Kota Semarang,”tuturnya.

Namun demikian, lanjutnya, terkait masalah transportasi massal yang ramah lingkungan ini, pihaknya juga ingin pembangkit listrik tenaga arus sungai yang ada di Toyama, bisa dibangun di Kota Semarang.

”Apapaun yang terbaik di Kota Toyama, diharapkan bisa diterapkan di Kota Semarang,”pungkasnya.

(Suparman)

Komentar