Kinerja Dinas Kesehatan Kota Bogor Tahun 2017 Dalam Program Upaya Kesehatan Masyarakat Menuju Bogor Kota Sehat

07/03/2018 12:05:49 Kategori:

INILAHONLINE.COM, BOGOR - Pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setingggi-tingginya. Derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari berbagai indikator yaitu indikator angka harapan hidup, angka kematian dan status gizi masyarakat.

Pembangunan manusia adalah sebuah proses pembangunan yang bertujuan agar manusia mempunyai kemampuan di berbagai bidang, khususnya dalam bidang kesehatan, pendidikan dan pendapatan. Keberhasilan pembangunan manusia dapat diukur melalui tiga hal yaitu umur panjang dan sehat, berpengetahuan dan memiliki kehidupan yang layak. Umur panjang dan sehat direpresentasikan dengan indikator angka harapan hidup ; pendidikan direpresentasikan dengan indikator angka melek huruf; serta kehidupan yang layak direpresentasikan dengan indikator kemampuan daya beli. Semua indikator yang merepresentasikan ketiga indikator pembangunan manusia terangkum dalam suatu nilai tunggal yaitu Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index).

Dr. Rubaeah,MKM (Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor)

Dinas Kesehatan merupakan salah satu SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang mengupayakan indikator umur panjang dan sehat masyarakat Kota Bogor melalui berbagai upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif melalui Visi “Masyarakat Kota Bogor Sehat, Nyaman, Mandiri dan Berkeadilan”. Tercapainya Visi tersebut bukan semata-mata hasil kerja Dinas Kesehatan akan tetapi merupakan hasil kerja seluruh sektor yang didukung oleh peran serta seluruh masyarakat. Adapun masyarakat Kota Bogor sesuai Visi tersebut di atas yang ingin dicapai adalah masyarakat yang ditandai penduduknya hidup dalam lingkungan yang sehat dengan perilaku sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Lingkungan sehat yang diharapkan adalah yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat yaitu lingkungan yang bebas polusi, tersedianya air bersih, sanitasi lingkungan yang memadai, perumahan dan pemukiman yang sehat, serta perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan. Perilaku sehat yang diharapkan adalah yang bersifat proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah risiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit, serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. Kemampuan masyarakat yang diharapkan adalah yang mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu tanpa adanya hambatan, baik yang bersifat ekonomi maupun non ekonomi. Pelayanan kesehatan yang bermutu yang dimaksudkan disini adalah pelayanan kesehatan yang memuaskan pemakai jasa pelayanan serta yang diselenggarakan sesuai dengan standar dan etika profesi. Diharapkan dengan terwujudnya lingkungan dan perilaku hidup sehat serta meningkatnya kemampuan masyarakat maka derajat kesehatan perorangan, keluarga, dan masyarakat dapat ditingkatkan secara optimal.

Selanjutnya untuk dapat mewujudkan Visi tersebut, ditetapkan 4 Misi Pembangunan Kesehatan Kota Bogor sebagai berikut :

  1. Menyediakan sarana dan pelayanan kesehatan yang paripurna merata, bermutu, terjangkau dan nyaman.
  2. Menggerakkan peran serta masyarakat dalam meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan lingkungan serta jaminan kesehatan
  3. Memenuhi ketersediaan dan pemerataan tenaga kesehatan yang profesional dan amanah.
  4. Menyelenggarakan tata kelola sumberdaya kesehatan yang adil, transparan dan akuntabel

Untuk mewujudkan tercapainya Visi dan Misi Dinas Kesehatan Kota Bogor tersebut di atas, telah disusun target kinerja, program dan indikator kinerja program yang dituangkan kedalam 17 program salah satunya adalah yaitu Program Upaya Kesehatan Masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat terutama layanan kesehatan khusus seperti kesehatan mata, kesehatan jiwa, kesehatan olah raga, kesehatan jemaah haji, dan kesehatan tradisional sehingga masyarakat Kota Bogor yang sehat dapat terwujud.

Berikut ini adalah beberapa kegiatan dan hasil kegiatan yang dilaksanakan selama tahun 2017 dalam upaya kesehatan masyarakat Kota Bogor terutama layanan kesehatan khusus yaitu sebagai berikut :

A. Kesehatan Indra Penglihatan dan Indra Pendengaran, beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan diantaranya adalah :

  1. Pemberian Kacamata gratis bagi anak sekolah dasar/MI yang bertujuan untuk memberikan bantuan kacamata gratis bagi anak sekolah dari keluarga miskin di Kota Bogor. Diberikan kepada 450 orang yang mengalami gangguan visus atau tajam penglihatan, sehingga diharapkan gangguan penglihatan anak tersebut dapat dikoreksi.
  2. Sosialisasi Program Indera Pendengaran bagi siswa SMA/SMK, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan indera bagi anak sekolah, khususnya siswa SMA/SMK, Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang siswa dari SMA dan SMK se Kota Bogor.
  3. Pemberian Kacamata bagi Lansia, bertujuan untuk memberikan bantuan kacamata gratis bagi para lansia yang merupakan kader kesahatan Kota Bogor yang mengalami gangguan visus atau tajam penglihatan.

B. Kesehatan Jiwa

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan yang memfokuskan pada masalah kejiwaan, agar pasien dengan gangguan jiwa dapat terdeteksi dan tertangani. Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan diantaranya :

  1. Pembinaan ACT (Asertive Community Treatment) di Puskesmas bertujuan untuk memberikan pelayanan yang komprehensif dan fleksibel, dukungan dan layanan rehabilitasi untuk individu dengan gangguan jiwa berat, dimana layanan diberikan di lingkungan natural pasien, bukan dalam setting Rumah Sakit kepada 12 puskesmas agar pasien mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa di tempat pasien tinggal.
  2. Pelatihan Kader dalam Rangka Deteksi Dini Kesehatan Jiwa, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan 100 orang kader agar mampu menjalankan proses pemberdayaan kepada pasien maupun keluarga penderita gangguan jiwa guna mendukung peran tenaga medis dalam menanggulangi masalah kesehatan jiwa yang ada di masyarakat.
  3. Sosialisasi Program Kesehatan Jiwa Bagi Siswa Menengah, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran tentang kesehatan jiwa kepada 100 orang siswa dari wilayah Kota Bogor dalam mendukung program kesehatan jiwa.

C. Upaya Kesehatan Kerja

  1. Review Walk Through Survey pada Kelompok Kerja Informal bertujuan untuk mengidentifikasi sumber bahaya di tempat kerja, menemukan lokasi bahaya potensial, mengidentifikasi kebijakan manajemen terhadap upaya kesehatan kerja dan keselamatan kerja, mengidentifikasi potensi hazard yang perlu dilakukan kajian/ survey lebih dalam, seperti IPAL, kantin, dan sebagainya. Survey ini telah dilakukan kepada 40 pekerja informal di Kota Bogor seperti bengkel sandal dan sepatu, serta pabrik tempe.
  2. Sosialisasi Kesehatan Kerja pada Pekerja Informal
    Kegiatan ini dilakukan kepada 50 pekerja informal di Kota Bogor dengan tujuan untuk mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan kerja dalam mengidentifikasi sumber bahaya di tempat kerja, menemukan lokasi bahaya potensial, mengidentifikasi kebijakan manajemen terhadap upaya kesehatan kerja dan keselamatan kerja, mengidentifikasi potensi hazard yang perlu dilakukan kajian / survey lebih dalam, seperti IPAL, kantin,dan sebagainya.

D. Pelayanan Kesehatan Haji

Penyelenggaraan kesehatan haji meliputi Pemeriksaan kesehatan, bimbingan dan penyuluhan kesehatan haji, pelayanan kesehatan, imunisasi, surveilans, Sistem Kewaspadaan Dini dan respon Kejadian Luar Biasa (KLB), Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan musibah massal, Kesehatan lingkungan dan manajemen penyelenggaraan kesehatan haji.
Tujuan penyelenggaraan kesehatan haji yaitu meningkatkan kondisi kesehatan jemaah haji sebelum keberangkatan, menjaga agar jemaah haji dalam kondisi sehat selama menunaikan ibadah sampai tiba kembali ke tanah air, dan mencegah terjadinya transmisi penyakit menular yang mungkin terbawa keluar /masuk oleh jemaah haji.
Pada pelayanan kesehatan haji dilakukan juga test kebugaran jasmani bagi jemaah haji Kota Bogordengan tujuan agar mengetahui tingkat kebugaran Jemaah Haji Kota Bogor sehingga para Jemaah dapat menyesuaikan dan melatih aktifitas fisik sesuai dengan tingkat kebugaran jasmani masing-masing Jemaah. Jemaah Haji Kota Bogor tahun 2017 yang diperiksa kebugaran sebanyak 832 orang, dengan hasil sebagai berikut


E. Perawatan Kesehatan Masyarakat

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat (rawan kesehatan) dalam mengatasi masalah kesehatannya, sehingga dengan upaya tersebut diharapkan dapat tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal dengan mengupayakan upaya-upaya preventif dan promotif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif. Pelayanan Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas) dilakukan dalam bentuk pelayanan di dalam dan luar gedung dengan sasaran pelayanan adalah pelayanan terhadap Individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan selalu memprioritaskan sasaran rawan terhadap masalah kesehatan (Rentan Resiko Tinggi). Kegiatan perkemas di ruang lingkup Puskesmas secara garis besar adalah Asuhan keperawatan pasien kontak Puskesmas diantaranya, Pengkajian keperawatan (Penemuan kasus atau masalah kesehatan baru), Pendidikan kesehatan kepada individu atau keluarga, Tindakan keperawatan langsung (Direct Care), Konseling Keperawatan ( Nursing Center), Pengobatan (Sesuai Kewenangan), Penanggulangan kasus gawat darurat (Sesuai Kewenangan), Penanggulangan Infeksi rujukan dan Dokumentasi Pelayanan Keperawatan.


F. Kegiatan Kesehatan Gigi dan Mulut

  1. Penyediaan Sarana Prasaran Layanan Kesehatan Gigi
    Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pembangunan kesehatan di Kota Bogor khususnya pelayanan kesehatan Gigi dan Mulut melalui peningkatan kualitas dan kuantitas sarana prasarana pelayanan kesehatan di Puskesmas, dan tersedianya sarana penunjang pelayanan kesehatan kedokteran gigi di puskesmas sesuai standar, sehingga kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat meningkat.
  2. Program Kesehatan Gigi
    a. Pengembangan UKGM (Upaya Kesehatan Gigi Masyarakat) Inovatif di wilayah Kota Bogor
    Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat Desa (UKGMD) merupakan upaya Puskesmas dalam menjangkau pelayanan kesehatan gigi di masyarakat kelurahan melalui Posyandu dikota Bogor. Kegiatannya berupa penyuluhan kesehatan gigi bagi ibu hamil dan ibu balita yang datang ke posyandu, pemeriksaan gigi secara visual oleh kader yang telah terlatih, dan rujukan bagi yang membutuhkan pengobatan gigi lanjutan. Jumlah posyandu yang telah melakukan kegiatan UKGMD pada tahun 2017 sebanyak 844 posyandu yakni sebesar 88%.
    b. Pelatihan Pendidikan Kesehatan Gigi dan Mulut Bagi Guru PAUD di Wilayah Kota Bogor Tahun 2017
    Kegiatan ini bertujuan untuk pelayanan kesehatan gigi dan mulut pemberdayaan guru PAUD di wilayah kerja puskesmas Kota Bogor dengan sasaran 45 orang guru PAUD di wilayah Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Berikut adalah jumlah kunjungan gigi di puskesmas :


Upaya Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan Puskesmas untuk memberikan pelayanan kesehatan gigi di lingkup Sekolah Dasar. Kegiatan yang dilaksanakan berupa penyuluhan kesehatan gigi dan sikat gigi massal, serta dilakukan screening pemeriksaan gigi khususnya bagi siswa SD kls 1, kls 3, dan kls 5. Bagi siswa yang membutuhkan perawatan gigi diberi surat rujukan ke Puskesmas guna memperoleh pengobatan gigi selanjutnya. Dari jumlah 221.407 siswa yang diperiksa sebanyak 69.236 siswa atau 31,3% memerlukan perawatan gigi yang pada umumnya dengan diagnose persistensi (gigi susu yang terlambat dicabut) dan karies.


G. Kegiatan Kesiapsiagaan Bencana dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)

Kegiatan ini bertujuan untuk membrikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat umum dan khusus saat terjadi bencana dan keadaaan darurat lainnya serta melakukan kesiapsiagaan. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan diantaranya sebagai berikut :

1. Pembentukkan tim khusus yang terdiri dari petugas pelayanan kesehatan dari jajaran Dinas Kesehatan Kota Bogor, yaitu Dokter, Perawat dan Ambulance beserta pengemudi Ambulance. Dalam penanggulangan dan kesiapsiagaan bencana Tim berkoordinasi dengan lintas program dan Puskesmas yang wilayahnya terkena dampak bencana serta koordinasi lintas sektor terkait antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Kecamatan, Kelurahan dan PMI. Beberapa kejadian bencana di Kota Bogor :

a. Penanganan banjir di cibuluh, kedung halang, Sukaresmi, Kayumanis. Penanganan tanah longsor di Semplak, Mulyaharja. Penanganan angin puting beliung di Bogor Selatan.
b. Pelayanan kegawatdaruratan di penghujung tahun 2017 adalah pelayanan Pos Kesehatan di daerah bencana kebakaran dikelurahan Empang wilayah kerja Puskesmas Gang Aut dengan membuka posko Kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan semala 7 hari dan 24 jam untuk para pengungsi.

2. Pertemuan TRC (Tim Reaksi Cepat)
Pertemuan Tim Reaksi Cepat (TRC) Bencana, dengan sasaran seluruh Puskesmas di kota Bogor. dan perwakilan unsur terkait dalam pelaksanaan Penanggulangan Bencana dengan total peserta sebanyak 55 orang. Tujuannya antara lain meningkatkan pengetahuan penganggulangan bencana, meningkatkan peningkatan earlywarning berbasis masyarakat, alur rujukan dan koordinasi saat penanganan bencana, melakukan mitigasi dan RHA serta membentuk TIM TRC di masing-masing Puskesmas di Kota Bogor.

H. Program Indonesia Sehat dengan pendekatan Keluarga (mulai pertengahan 2017)

Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga merupakan program nasional yang harus dilaksanakan dalam mendukung pencapaian standar pelayanan minimal. Terdapat 12 indikator utama untuk penanda status kesehatan sebuah keluarga. Kedua belas indikator utama tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB).
  2. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan.
  3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap.
  4. Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif.
  5. Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan.
  6. Penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar.
  7. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur.
  8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan.
  9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok.
  10. Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
  11. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih.
  12. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat.

Ada empat puskesmas di Kota Bogor yang sudah melaksanakan PIS PK sampai dengan tahun 2017 Tahun 2017 , yaitu :

  1. Puskesmas Bogor Selatan.
  2. Puskesmas Bogor Timur.
  3. Puskesmas Pasir Mulya.
  4. Puskesmas Tanah Sareal.

(Advetorial, Seksi Informasi Kesehatan dan Humas Dinas Kesehatan Kota Bogor bersumber dari LKPJ Dinas Kesehatan Kota Bogor Tahun 2017 yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr Rubaeah, MKM)