
INILAHONLINE.COM, BOGOR – Kota Bogor, Jawa Barat, menjadi saksi kemeriahan dan semangat sportivitas dalam ajang Kejuaraan Nasional Pencak Silat Pendidikan Pembelaan Diri Padjadjaran Indonesia (PPD PI) Tahun 2025. Acara ini merupakan Kejurnas perdana yang digelar perguruan historis PPD PI sejak berdirinya pada tahun 1968.
Kejurnas yang digelar Minggu (22/06/2025) ini diikuti oleh 160 pesilat dari 7 DPC (Dewan Pimpinan Cabang) berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat serta Jawa Tengah. Antusiasme peserta dan pendukung menjadikan suasana pertandingan berlangsung meriah, penuh semangat dan sportivitas tinggi.
“Pertandingan ini bukan hanya soal menang dan kalah, tapi soal menjunjung tinggi sportivitas, mempererat silaturahmi, dan memaksimalkan potensi generasi muda untuk prestasi ke depan,” sambutan Rahmat Cahya Kencana, Ketua Panitia sekaligus Pelatih PPD PI Kota Bogor, pada Minggu (22/06/2025)

Rahmat juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari para tokoh pencak silat dan instansi, termasuk Ketua Umum IPSI Kota Bogor dr. Subono Widyoko, Kabid Organisasi Mulia Arya Teja, Kasie PPO Dispora Kota Bogor Yana Suryana, dan tokoh-tokoh Padjadjaran Indonesia dari berbagai daerah.
Prestasi dan Apresiasi untuk Atlet Padjadjaran Indonesia
Dalam pembukaan acara, Ketua IPSI Kota Bogor, dr. Subono Widyoko, memberikan apresiasi atas kontribusi PPD PI dalam mencetak atlet berprestasi yang telah menjuarai berbagai ajang, seperti O2SN 2022, Kejurda Jawa Barat 2023, dan Popwilda 2024.
“Saya ucapkan selamat kepada PPD Padjadjaran Indoesia yang telah mandiri mampu mengadakan Kejurnas internal, setelah beberapa tahun terakhir ini telah mengirimkan nama-nama atlet pelajar terbaiknya ke Kota Bogor, bahkan menempatkan salah satu pelatih official di Kota Bogor, yaitu kang Parman,” ujar Bono.

Beberapa nama seperti Deren, Sheryl, Bulan, Nazmi, dan Fathir disebut telah mengharumkan nama Kota Bogor di kancah provinsi.
Kasie PPO Dispora Kota Bogor Yana Suryana menambahkan bahwa kehadiran kejuaraan ini menjadi penting sebagai momentum pemulihan ekosistem kompetisi pencak silat, terlebih karena sudah lama tidak ada kejuaraan dengan hadiah uang tunai yang signifikan.
Kejuaraan ini mempertandingkan berbagai kategori usia: Usia Dini, Pra Remaja, Remaja, Dewasa, dan Master, baik untuk tanding maupun seni (tunggal, ganda, regu, dan solo kreatif). Sistem pertandingan menggunakan bagan kompetisi yang ketat dan profesional.

Berikut beberapa pesilat terbaik dari tiap kategori :
Usia Dini 2:
Putra: Arvel Fawwas Balindra (DPC Kota Bogor)
Putri: Asheeqa Zareen Omera (DPC Purwakarta)
Pra Remaja:
Putra: Anryan Pandu Ramadhanu Muchlis (DPC Kab. Cirebon)
Putri: Zafina Putri Kinanti (DPC Kota Bogor)
Remaja:
Putra: Fathir Sheehan Rosadi (DPC Kota Bogor)
Putri: Sri Ayu Dewi (DPC Kota Bogor)
Master:
Putra: Darmuji (DPC Banyumas)
Putri: Annisa Nurul Saadah (DPC Kota Bogor)
Adapun juara umum kategori keseluruhan jatuh kepada:
DPC Kota Bogor – 64 medali (36 emas)
DPC Kab. Bogor – 47 medali (20 emas)
DPC Kab. Sumedang – 24 medali (12 emas)
Hadiah dan Dukungan Internal Perguruan
Yang membedakan Kejurnas ini adalah pemberian hadiah uang tunai jutaan rupiah, sebuah terobosan yang jarang ditemukan dalam kompetisi pencak silat dalam beberapa tahun terakhir. Dukungan penuh datang dari keluarga besar Padjadjaran Indonesia sebagai sponsor utama kegiatan ini.
Sebagai informasi, Pendidikan Pembelaan Diri Padjadjaran Indonesia berdiri pada 24 Februari 1968 dan berkembang pesat dengan menggabungkan aliran pencak silat, karate, judo, jiu-jitsu, dan tenaga dalam Sosrobirowo. Perguruan ini telah mencetak banyak atlet, pelatih, dan wasit hingga tingkat internasional.
Dengan mengangkat tema “Hayu Ngahiji Sangkan Jadi Kahiji”, Kejurnas ini diharapkan menjadi tradisi tahunan untuk memupuk regenerasi, mempererat persaudaraan, dan menjaga warisan budaya pencak silat. (CJ/Ading)


























































Komentar