oleh

LBH Konsumen Jakarta Layangkan Somasi Ke PT GKA Selaku Pengelola Bogor Icon Hotel

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Lemabaga Bantuan Hukum (LBH) Konsumen Jakarta selaku kuasa hukum dari 57 orang pemilik unit Condotel Bogor Icon Hotel telah resmi melayangkan surat Somasi terhadap PT. Gapura Kencana Abadi (GKA) selaku pengelola Bogor Icon Hotel

Menurut Direktur Eksekutif LBH Konsumen Jakarta, Zentoni, SH, MH, surat somasi yang dilayangkan bernomor Ref.: 101/ZN/LBH-KJ/X/20 terhadap PT. GKA tersebut terhitung mulai hari ini Selasa (20/10/2020).

“Somasi ini dilayangkan terhadap Bogor Icon Hotel ini, karena diduga telah terjadi Wanprestasi (cidera janji-red) dalam hal lambatnya penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) dan Penyerahan Asli Sertifikat Hak Milik Rumah Susun (SHMRS) kepada 57 orang Pemilik Unit Condotel Bogor Icon Hotel,” ujarnya

Lebih lanjut Zentoni menjelaskan, seharusnya setelah dilakukan Penandatanganan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) terhadap Konsumen yang telah lunas, maka sudah sepatutnya PT. GKA selaku Pengelola Bogor Icon Hotel menindaklanjuti dengan Penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan selanjutnya menyerahkan Asli Sertifikat Hak Milik Rumah Susun (SHMRS) kepada para pemilik.

“Akan tetapi sampai saat ini penndatanganan PPJB dan AJB dan penyerahan sertipikat asli tidak pernah diberikan kepada para kliennya,” tandasnya.

Zentoni juga mengungkapkan, LBH Konsumen Jakarta selaku Kuasa Hukum memberikan tanggang waktu selama 7 hari kepada PT. GKA untuk segara melakukan penandatanganan AJBdan Penyerahan SHMRS asli kepada 57 kliennya, untuk menghindari upaya hukum Pidana, BANI dan Pailit/PKPU.

“Jika dalam waktu tujuh hari tidak ada itikad baik atau tindak lanjut somasi kami, maka kami akan membawa maslah ini ke proses hukum, dengan cara menggugat PT. GKA ke Pengadilan,” imbu Zentoni alumni Magister Hukum FH Undip Semarang tersebut.

Sebelumnya Zentoni menjelaskan, bahwa permasalahan ini bermula dari adanya surat Nomor: 284/PS-GKAHM/VIII/2020 tertanggal 12 Agustus 2020 perihal Laporan Keuangan Pengelolaan Januari-Juni 2020 dan Proyeksi Biaya Operasional Hotel Januari-Desember 2020 dan surat Nomor: 285/GKAHM/IX/2020 tertanggal 16 september 2020 perihal Surat Pemberitahuan

Menurut Zentoni, dengan adanya dua surat tersebut, yang intinya berisi tentang desakan dari PT. GKA selaku Pengelola agar Para Pemilik Condotel Bogor Icon Best Western segera melakukan top up dana sesuai dengan luas unit yang dimiliki mulai dari yang terkecil seluas 24,38 M2 dengan kewajiban top up dana sebesar Rp. 8.795.961,-

“Sedangkan top up itu oleh pngembang diberi batas waktu maksimal tanggal 30 September 2020 dan jika terlewati maka status Condotel akan dirubah secara otomatis menjadi Apartemen. Jelas kebijaakan pengembang ini dinilai melakukan perbuatan yang semena-mena,” ujarnya.

Zentoni juga menegaskan, dengan adanya kedua surat itu, maka tentu saja ditolak mentah-mentah oleh Para Pemilik Condotel Bogor Icon Best Western, dikarenakan akan sangat merugikan mereka karena pada saat transaksi awal fungsinya atau peruntukannya adalah untuk Condotel dan bukan Apartemen.

“Alasan penolakan lainnya adalah sampai saat ini bukti kepemilikan para pemilik unit condotel Bogor Icon Best Western hanya berupa AJB saja dan seharusnya sudah SHMRS, dikarenakan pembelian telah lunas,” ungkapnya

Lebih jauh Zentoni menegaskan, terkait konflik antara Para Pemilik Condotel Bogor Icon Best Western dengan PT. GKA Pengelola, LBH Konsumen Jakarta selaku Kuasa Hukum berencana akan membawa persoalan ini ke Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) Jakarta.

“Langkah hukum yang kita tempuh ini, karena sesuai dengan pilihan hukum dalam penyelesaian perselisihan yang disepakati antara Para Pemilik Condotel Bogor Icon Best Western dengan PT. Gapura Kencana Abadi,” imbuhnya. (Piya Hadi)

Komentar