INILAHONLINE.COM, SEMARANG
Event Lomba Lari Semarang 10K yang pertama kali digelar di Kota Semarang ini, berlangsung sukses dan meriah dengan jumlah peserta sebanyak 2.000 pelari nasiona, daerah dan manca negara. Semarang 10K yang digelar kerjasama atas kolaborasi Pemkot Semarang dengan Harian Kompas dan disponsori oleh Gets Hotel serta Bank Jateng ini, diikuti ribuan warga menyambut ramah terhadap para peserta, Minggu (16/12/2018).
Semangat dan antusiasme para pelari nampak begitu tinggi, baik pelari berasal dari berbagai daerah, nasional maupun internasional. Namun lomba lari Semarang 10K berbeda dengan lomba lari lainnya, karena rute yang dilalui mewakili akulturasi budaya, tapak tilas sejarah hingga kemegahan arsitek khas Semarang, terutama gedung-gedung tua yang menjadi destinasi wisata bersejarah.
Tidak hanya itu, para peserta juga disuguhkan atraksi budaya khas Jateng yang ditampikan pada beberapa titik sepanjang rute lomba, hingga sambutan ramah ribuan warga yang memadati di tepi jalan sepanjang rute lomba itu ikut mewarnai.
Rute lomba yang melewati Jalan Pemuda –Simpanglima – Jalan MT Haryono – Kawasan Kota Lama menjadi peserta semakin semangat tanpa merasa lelah. Betapa tidak, rute lomba itu peserta dapat menikmati melihat sejumlah bangunan kuno bersejarah di antaran gereja Gedangan yang dibangun pada 1870 dan Gedung Lawang Sewu.
Meski persiapan panitia hanya dengan waktu relatif pendek, namun dapat membuktikan lomba lari Semarang 10K berjalan lancar, aman dan sukses, karena banyak dukungan dari berbagai pihak terkait, selain Pemkot Semarang, juga Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Semarang, Dinas Pariwisata Kota Semarang, Dinas Perhubungan Kota Semarang, Aparat Kepolisian, serta masyarakat Semarang dan sekitarnya yang menyambut ramah.
Liem Chie An dari Hotel Gets Semarang mengatakan kegiatan Semarang 10K dengan persiapan waktu yang sangat pendek, ternyata mampu membuktikan even lari ini berjalan baik dan menjadi daya tarik tersendiri bagi Kota Semarang dan diharapkan dapat menyedot ribuan wisatawan.
”Saya bertekad tahun depan bakal menjadikan Semarang 10K lebik baik lagi, mengingat persiapan akan lebih dimatangkan dan berbagai agenda kegiatan atraksi budaya pendukung semakin lengkap dan menarik lagi, hingga diharapkan peserta baik naisonal maupun internasional serta wisatawan semakin bertambah yang datang ke Kota Semarang,”katanya dalam konperensi pers dengan awak media.

Menurutnya, Semarang 10 Ktidak hanya menjadikan sebagai agenda tahunan, tapi tahun depan bisa bertambah even lagi lari 21 km. Saya optimistis, half marathon sangat diminati oleh masyarakat di Tanah Air, juga internasional. ”Saya yakin untuk tahun depan pelaksanaan akan lebih ditingkatkan lagi,” ujar Chie An.
Dia mengaku bangga dan cukup mengapresiasi antusiasme peserta yang tinggi pada Semarang 10K, karena gaung Semarang 10K mulai menasional, bahkan bakal mendunia yang ditandai dengan banyaknya pelari internasional yang mengikuti lomba lari tersebut, selain masyarakat Kota Semarang sangat mendukung dengan menyambut baik serta ramah terhadap para peserta.
Chie An menambahkan, spirit dari lomba Semarang 10K dengan berolahraga sambil menikmati destinasi wisata di Semarang bakal terus dikembangkan, sekaligus untuk mewujudkan sport tourism semakin meriah lagi digelar di ibukota Jateng ini.
Sementara itu, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Kota Semarang dan Disnas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menyatakan kesiapannya untuk kembali mendukung kegiatan Semarang 10K yang akan digerar lebih meriah pada 2019.
”Semarang 10K tahun depan, berbagai persiapan akan kami lakukan lebih matang untuk ikut mensukseskan lomba lari ini, di antaranya rekayasa pembuatan jalur lari, memperbaiki jalan lebih baik lagi, khususnya untuk rute lomba,”tutur Muhammad Khadik Kepala Dishub Kota Semarang.
Khadik mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan tetap kompak untuk memantapkan dan mensukseskan lomba lari Semarang 10K yang akan digelar kembali tahun depan. ”Diharapkan tahun depan bisa lebih bertmbah jumlah pesertanya,”paparnya.
Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Budiman Tanuredjo, kegiatan itu bakal terus dilanjutkan pada 2019 dengan menampilkan keunikan, selain sejarah Kota Semarang dengan memperlihatkan kepada peserta soal kota tua sebagai heritage dan bangunan ikonik di jalan protokol, juga atraksi budaya khas daerah akan dilengkapi.
Namun demikian, lanjutnya, peserta juga tetap akan dibatasi, meski memungkinkan ada penambahan hingga mencapai 3.000 peserta dari saat ini Semarang 10 K pertama diikuti sebanyak 2.000 peserta. Pembatasan dilakukan untuk menyesuaikan daya tampung lokasi, sekaligus untuk memberikan kenyamanan bagi para peserta dan menjaga kualitas acara agar tetap baik, meski permintaan semakin banyak.
”Peserta Semarang 10K tetap kami batasi untuk menjaga kualitas acara agar semakin baik dan memberikan kenyamanan bagi peserta, meski animo masyarakat yang ingin mengikuti acara itu semakin bertambah banyak,”ujarnya.
Pada lomba lari Semarang 10K yang digelar pertama itu, sejumlah pelari dari Afrika mendominasi finis dengan tiga pelari masuk 3 besar yang mencapai finis pertama. Mereka menyelesaikan lintasan lari sepanjang 10,3 km itu dengan catatan waktu 32 menit.
(Suparman)





























































Komentar