INILAHONLINE.COM, BANDUNG
Program Belmawa Kemenristekdikti 2018 dengan hibah KKN Tematik “Citarum Harum” telah memberikan hibah kepada 10 institusi pendidikan tinggi di Jawa Barat, dalam rangka program Pemerintah Pusat untuk perbaikan konotasi negatif Sungai Citarum. Universitas Kristen Maranatha sebagai salah satu penerima hibah, pada hari ini, Senin 19 November 2018 melepas tim KKN Tematik yang terdiri dari mahasiswa dan dosen, sebagai tanda dimulainya kegiatan KKN khususnya di sektor 6 dan 10 wilayah Citarum.
Sungai Citarum dikategorikan sebagai satu di antara 10 sungai terkotor sedunia. Program hibah ini merupakan salah satu bentuk percepatan perbaikan yang menjadi perhatian utama Presiden Jokowi dan menjadi tanggung jawab Gubernur Provinsi Jawa Barat dengan didampingi oleh pelaksana TNI Pangdam III Siliwangi, yang kini dijabat Mayjend Besar H. Karyawan.
Kepala Bidang Pusat Budaya LPPM Universitas Kristen Maranatha, Gai Suhardja menjelaskan bahwa kegiatan terkait lingkungan hidup khususnya sungai telah dimulainya sejak lama, dimulai dengan gerakan Cikapundung yang telah menghasilkan gagasan Teras Cikapundung. Suksesnya program Citarum Harum kelak akan menjadi pilot project bagi sungai-sungai secara nasional.
Mahasiswa Maranatha saat ini menggiatkan KKN Tematik Citarum Harum di tiga wilayah, yaitu sektor 6, sektor 10, dan sektor 22. Masing-masing daerah tersebut memiliki karakter dan potensi kreatif masyarakat dan desa yang berbeda. Salah satu kegiatan yang akan diadakan sebagai bagian dari KKN tematik ini adalah program Pelatihan Kewirausahaan pada tanggal 24 November 2018. Maya Malinda, Ketua KBK Kewirausahaan Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi selaku koordinator mahasiswa dan dosen dalam kegiatan ini menjelaskan bahwa kebutuhan masyarakat di wilayah Baleendah, Cisameung, dan Cimenyan adalah dalam hal kewirausahaan dan packaging produk-produk kuliner. Untuk itulah Fakultas Ekonomi dan Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha menyelenggarakan kegiatan KKN ini.
Dalam kaitannya dengan program Citarum Harum, Gai Suhardja menjelaskan, di wilayah sektor 6 wirausaha kuliner menjadi unggulan. Mahasiswa di sana akan memperoleh pengalaman kerja sama pentahelix. “Usaha kuliner masyarakat menyisakan buangan limbah sampah, sehingga KKN tematik ini tidak hanya sebagai pembelajaran mahasiswa, tapi dapat bermanfaat bagi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dan semua masyarakat yang berpartisipasi, agar dapat mengubah perilaku”, lanjut Gai Suhardja.
Masyarakat perlu meninggalkan kebiasaan lama yang membudaya yaitu membuang sampah, membaharuinya dengan kebiasaan baru dan budaya tata kelola sampah agar sungai-sungai di Jawa Barat bebas limbah sampah. Semoga generasi millenials mampu mewarisi apa yang menjadi kehendak bersama saat ini, menuju Citarum Harum sebagai cita kaum muda untuk Indonesia Emas.
(CJ/Prisca Katranny Massie)





























































Komentar