oleh

Massa HMI Geruduk Kantor Bupati dan DPRD Subang

INILAHONLINE.COM, SUBANG

Puluhan massa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Subang Geruduk Kantor Bupati dan DPRD Subang. Selasa, (6/8/2019).

Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan HMI terhadap kinerja pemerintahan Bupati Ruhimat dan DPRD Kabupaten Subang.
Rute aksi di mulai dari sekretariat menuju bunderan Lampu Satu, dilanjutkan ke Kantor DPRD dan Kantor Bupati Subang.

Dalam penyampaian orasinya, mereka menagih janji politik Bupati Subang. Diantaranya soal transparanasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang sudah ditandatangani diatas kertas bermaterai dan masalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terutama yang tidak produktif.

Ketua Umum HMI Cabang Subang, Ihsan Nasrudiansyah pun menuntut agar Bupati Subang harus segera menunaikan janji-janjinya. Lebih lanjut, Ihsan meminta agar Bupati Subang segera memanggil BUMD yang bermasalah.

“Bupati harus tegas memperbaiki BUMD di Kabupaten Subang yang tidak produktif, pasalnya tidak ada kontribusinya terhadap PAD. “Jangan hanya disubsidi saja, harusnya BUMD berbanding lurus untuk membantu peningkatan PAD Subang,” tandasnya.

Pemkab Subang sendiri memiliki beberapa BUMD, diantaranya PT.Subang Sejahtera (SS), PT.Subang Energi Pribadi (SEA), Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM), PT.Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah.

“Sangat disyangkan, dari sejumlah BUMD yang ada, hanya PDAM dan BPR saja yang terlihat bisa memasukan PAD. Sementara BUMD lainnya tidak jelas mengelola produk apa,” tandasnya.

Ihsan bahkan menduga, beberapa BUMD itu hanya dijadikan sapi perahan saja oleh oknum elit penguasa di kabupaten Subang. Dilain pihak penyertaan modal diberikan nyaris setiap tahun dengan nominal milyaran rupiah.

“Kami mendapat isue bila Dirut PT.SS ketika dipanggil DPRD hingga empat kali mangkir dan disinyalir dana PT.SS digunakan oleh pribadi. Kami ingatkan kepada Bupati Subang bahwa setiap persoalan apapu Bupati harus menherti duduk perkaranya,jangan asal tanda tangan terutama rekomendasi Wabup dan Sekda Subang. Karena jika asal saja bisa membahayakan,” kata Ihsan.

Sementara DPRD Subang yang hanya menyisakan waktu tinggal satu bulan lagi masa kerjanya, akan tetapi dari sisa waktu yang sedikit itu malah terus menerus melakukan kunjungan ke beberapa daearah diantaranya ke Surabaya dan hari Selasa lalu (6/8/2019) melakukan kunjungan ke Bali.

Terkesan kunker itu seolah hanya pelesiran, buang-buang uang rakyat saja, faktanya dari hasil kunjungann tersebut kurang dirasakan manfaatnya terhadap kesejahteraan rakyat. Pungkasnya.

Aksi tersebut ditutup doa di halaman kantor Bupati Subang, puluhan mahasiswa berdo’a agar Subang menjadi percontohan Kabupaten lain dalam segala hal.

(Abdulah)

Komentar