Menaker minta HPN bantu pemerintah kurangi kesenjangan sosial

Pendidikan382 Dilihat

INILAHONLINE.COM (Cibinong) – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Republik Indonesia, Hanif Dhakiri meminta Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) dapat membantu Pemerintah untuk mengurangi kesejangan sosial yang saat menjadi tantangan Nasional. Dengan tumbuhnya pengusaha baru dibawah HPN tentu manfaat ekonominya akan besar bagi perluasan kesempatan kerja maupun pemerataan ekonomi.

“HPN harus bersinergi dengan semua pihak, untuk bisa mengoptimalisasikan
ita harapkan bisa membantu peerintsh potensi ekonomi yang ada di masyarakat,”ungkapnya saat menghadiri pelantikan pengurus HPN dan seminar kewirausahaan di ruang Serbaguna II Gedung Sekretariat Daerah, Cibinong pada Selasa (28/2).

Namun menurut Hanif masalah kesejangan memang sudah menurun, akan tetapi menjadi tantangan besar karena hampir sepertiga masalah kesejangan sosial di sumbang oleh masalah ketenagakerjaan seperti kesejangan keterampilan yang berimbas pada menciptakan kesejangan pekerjaan lalu kesejangan pendapatan lalu disana ada kesejangan sosial, maka Pemerintah mendorong penguatan akses mutu dan pelatihan kerja agar masyarakat memiliki keterampilan dan kompetensi masyarakat agar bisa masuk ke kawasan industri atau mengembangankan wirausaha mandiri.

“Memang saat ini angka kemiskinan turun diangka 10,1%, kesejangan sosial 0,39% dan pengangguran 5,61% secara statistik semuanya menurun, namun kita harus bergerak cepat, berkarya luar biasa agar pertumbuhan ekonomi Indonesia terus meningkat,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti mengatakan bahwa dalam pembangunan daerah, terdapat tiga domain yang memiliki peran signifikan, yaitu Pemerintah, investor atau sektor swasta dan dunia usaha serta organisasi masyarakat sipil. Tingkat keterlibatan berbagai variasi fungsi dan peranan berdasarkan perbedaan kepentingannya masing masing.

“Guna menjamin tercapainya tujuan tersebut, perlu dibangun persepsi yang sama dalam memandang pembangunan daerah sebagai tanggung jawab bersama antar unsur stakeholders berdasarkan prinsip kerjasama dan kemitrasejajaran,” ungkapnya.

Nurhayanti memaparkan pengembangan mental kewirausahaan masih dihadapkan pada tantangan kurangnya minat masyrakat untuk membangun usaha mandiri. Ketika dihadapkan pada persoalan perekonomian karena pada umumnya masyarakat lebih memilih untuk mencari lapangan kerja daripada mencipatkan lapangan pekerjaan sendiri.

Maka untuk menumbuhkan mental kewirausahaan masyarakat dengan menanamkan filosofi serta budaya kerja keras dan cerdas dalam rangka menciptkan pelaku usaha mandiri yang tangguh, kreatif dan berdaya saing tinggi.

“Apabila diasah jiwa wirausaha, produktivitas dan daya ikhtiarnya, setiap individu berpotensi tumbih menjadi wirausahawan mandiri yang unggul, berkarakter dan berdaya saing tinggi serta berkontribusi meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,”katanya. (mz).

banner 521x10

Komentar