oleh

Mengisi Kemerdekaan RI Versi Kaum Millennials di Era Industri 4.0, Create Pesta Rakyat Plus!

“Berkreasi mengisi Kemerdekaan RI lewat wadah Gabungan Mahasiswa Gunadarma Bogor (Gama Gudabo) harus diarahkan pada kesiapan generasi millennials yang saat ini masih di bangku SD, SMP, dan SMA menghadapi industri 4.0, dengan sentuhan Pesta Rakyat Plus: semaraknya tetap menggelora, semangatnya juga terus berkobar, yang diaplikasikan dalam kompetisi futsal sistem grup, dan juara pertamanya bisa melangkah ke sekolah lebih tinggi lewat jalur prestasi.”

Sekumpulan generasi millennials yang lahir dan tinggal di Kota Bogor, namun mendulang ilmu di Kota Depok, tepatnya di Universitas Gunadarma, kemudian mereka bernaung di bawah payung Gabungan Mahasiswa Gunadarma Bogor (Gama Gudabo) ini tak hendak memisahkan diri dari induk organisasi kepemudaan di Tanah Air. Tapi, lewat kepengurusan yang singkat, hanya setahun tiap periode, mereka terus berkreasi menggalang pehobi futsal dari Sekolah Dasar, SLTP dan SLTA sejak 2014. Antusiasme pehobi futsal berikut supporternya ternyata berkembang signifikan dari tahun ke tahun.

“Tahun ini pasti membludak dibandingkan tahun lalu dan sebelumnya, masing-masing total peserta, supporter dan penonton 106.000 (2018), 105.000 (2017), 83.000 (2016), 82.000 (2015) dan 77.000 (2014). Tiap sekolah ada yang mengirim 1.200 siswa. Ini kan luar biasa. Nah, tahun ini peserta kompetisi futsal, 7-21 September 2019 ada 32 club SMA, 24 SMP dan 12 SD,” ungkap Ketua Gama Gudabo 2018/2019, Muhammad Febrinurfajri, didampingi Muhammad Erlangga (Wakil Ketua), Yanrama (Keamanan) dan Faisal Dzismar (Dokumentasi) ketika dikonfirmasi, kemarin.

Febri, mahasiswa semester 7 Ilmu Komunikasi kelahiran Bogor, 11 Februari 1998 itu sepakat, jika jelang kompetisi futsal di GOR Pajajaran hasil kerjasama dengan Dispora dan PSSI Kota Bogor (buat sertifikasi sang juara) ini akan diadakan audiensi dengan Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim dan Ketua Umum KONI Kota Bogor, Benninu Ar. Bertemu dengan para petinggi Kota Bogor itu direncanakan sebelum Technical Meeting, 31 Agustus 2019.

“Kami siapkan segala sesuatunya,” sambung Elang, sapaan akrab mahasiswa semester 7 Teknologi Informasi kelahiran Bogor, 5 Oktober 1998, dibenarkan Yanrama, mahasiswa semester 5 Fakultas Ekonomi kelahiran Bogor, 4 Januari 1999 dan Faisal, mahasiswa semester 5 Ilmu Komunikasi kelahiran Bogor, 6 April 1999.

Ada yang spesial buat pemegang kebijakan di Kota Bogor, yang ingin disampaikan? “Pastinya. Setidaknya sama dengan yang telah kami dedikasikan kepada aparat kepolisian. Dengan event ini, ternyata bisa menyalurkan energi positif generasi muda, di antaranya menyegah tawuran pelajar.”

Kompetisi futsal ini tak sekadar perwujudan pesta rakyat di udara merdeka, namun diikuti prestasi lain, baik di ajang olahraga merakyat sepakbola maupun prestasi akademis. Selain memperoleh piala bergilir dan piala juara, juga disediakan uang pembinaan dan sertifikat dari PSSI. “Dengan sertifikat itu yang juara pertama bisa menempuh jalur prestasi, dari SD ke SMP, atau dari SMP ke SMA,” jelas Febri.

Yang menarik, di ajang bergengsi itu juga ada penobatan Brand Ambassador untuk SMA. Jelang industri 4.0 ini mereka berkompetisi via Medsos dan Instagram. Pada 2018 pemenangnya si geulis Sandrina Mazayya dari SMAN 9 Bogor. Di kompetisi futsal yang juga mengapresiasi kekompakan dan keunikan supporter itu juga menelurkan pemain futsal di ajang Porda dan Timnas.

(Laporan: Mochamad Ircham)

Komentar