oleh

Semarak Pesta Rakyat, Semangat 74 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Hormat Merah Putih, Pilihannya!

“Aku pilih ikut hormat bendera Merah Putih. Aku juga. Ikut menghormati bendera bangsaku, Indonesia. Kalau aku bangga, Garuda di dadaku, Merah Putih bendera negeriku. Berkibarlah benderaku, Merah Putih gagah berani. Siapa berani menurunkan engkau, serentak rakyatmu membela…”

Pagi hari sekira pukul 7 saat 74 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2019, putra-putri warga Kampung Bojong Kidul, Desa Bojong, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor sudah berkumpul di pelataran perumahan nan rindang.

Yang kelas tiga-B SDN Semplak Dua, Hazizah Dewi Andriani. Yang kelas dua Madrasah Ibtidaiyah Raudlatul Muta’allimin, Uways Rayhan Ramadhan. Yang kelas satu-C SDIT Aliya, Maura Humaira Rahman. Dan yang TK B Tarbiyatun Nissa, Hisyam Wilia Saputra. Disaksikan para orangtua, di antaranya Bu Iwan, nenek Anin.

Bukan karena kebanyakan dari peserta Pesta Rakyat itu putra-putri TNI-Polri, tapi secara alami, mereka sangat antusias ketika dibuka pendaftaran lomba Hormat Bendera Merah Putih. “Aku ikut,” ungkap Maura, putri anggota Polri, kemudian tunjuk jari tinggi-tinggi sambil melompat, diikuti Dewi, putri semata wayang anggota TNI-AU dan Hisyam, cucu pensiunan TNI-AD. Sedangkan Uways, putra Wartawan yang bercita-cita jadi tentara tanpa pikir panjang juga tampil sebagai peserta lomba hormat bendera itu.

Dengan langkah tegap, mereka memasuki barisan, kemudian memosisikan tangan kanan hormat sambil muka menghadap ke arah bendera Merah Putih yang sudah dipasang warga di tiang setinggi lima meter di depan rumah.

Cukup lama, sekitar 15 menit, mereka menghormati bendera Merah Putih, lebih tahan ketimbang lomba lain yang juga mereka ikuti: merias wajah dengan tutup mata, makan kerupuk, kelereng di sendok, memasukkan lidi ke botol, menghimpun 7 batu, pukul air dalam plastik, pidato, baca ayat Al-Qur’an, memimpin menyanyikan lagu, dan menggambar indah. Rata-rata waktu lomba-lomba itu sekitar 10 menit.

Sehabis lomba, mereka diguyur air sembari konvoi bersepeda. Karena akan memasuki Azan Zuhur, mereka berbenah, ganti baju aneka rupa. Ada yang berkebaya layaknya RA Kartini, ada yang mengenakan longdress dan kemeja Batik, serta kostum olahraga layaknya Jojo sang pebulutangkis handal. Pas azan berkumandang, mereka siap melaksanakan shalat Zuhur berjamaah, kemudian mereka karnaval keliling kampung. Melihat antusiasme peserta itu, anak-anak sebaya lainnyapun turut mengawal mereka. “Horeee… Merdeka, Merdeka, Merdeka! “

(Laporan: Mochamad Ircham)

Komentar