oleh

Menjaga Kebhinekaan Sebagai Kunci Kamtibmas di Kota Semarang

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Masyarakat diminta ekstra hati-hati dalam mengakses berbagai ragam informasi melalui media sosial (medsos), karena akhir-akhir ini di beberapa daerah sempat diterpa isu rasis yang dimunculkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Namun, kondisi itu tidak berpengaruh hingga di Kota Semarang, bahkan ibukota Jateng ini dalam situasi yang kondusif, aman dan nyaman.

Kabag Ops Polrestabes Semarang AKBP Iga Nugraha mengatakan, fitnah dan ujaran-ujaran kebencian yang dimobilisasi secara massif itu berpotensi dapat memicu munculnya tindakan radikal, bahkan bisa berlanjut ke tindakan teror.

“Dengan demikian, kami menyarankan kepada masyarakat agar berhati-hati dalam mengkonsumsi media melalui medsos, dalam satu dekade terakhir pihak yang tidak bertanggungjawab benar-benar memanfaatkan medsos untuk memecah belah kebhinekaan,” ujarnya dalam Ngobrol Kamtibmas Bareng TNI-Polri dengan kalangan pers yang diggelar Forum Wartawan Pemprov dan DPRDJateng (FWPJT), di gedung Gubernuran Jateng, Rabu (28/8/2019).

Kegiatan Ngobrol bareng itu, selain menghadirkan Kabag Ops Polrestabes Semarang AKBP Iga Nugraha juga Dandim 0733/BS Kol Kav M. Zubaidi dan Tokoh lintas agama dari FKUB Jateng.

Menurut Iga Nugraha, semua aparat baik Polri maupun TNI tidak akan membiarkan oknum siapa saja yang akan mencoba merusak kebhinekaan dan memecah belah bangsa ini. Kebhinekaan dan keragaman bangsa Indonesia, lanjutnya, merupakan anugerah yang diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa yang harus dijaga bersama-sama. Dinamika demokrasi yang memunculkan berbagai perbedaan jangan sampai menggoyahkan kerukunan bangsa yang sudah tercipta sejak dulu.

“Marilah kita jaga bersama-sama , kita raway negara ini tanpa membedakan suku, agama, adat dan tradisi yang kita miliki,” tuturnya.

Sementara itu, Dandim 0733/BS Kol Kav M. Zubaidi menuturkan, dalam menjaga keamanan sangat berkaitan dengan pendekatan kesejahteraan dan pendekatan keamanan.

“Kebersamaan aparat keamanan dengan masyarakat menjadi kunci utama dan kita sepakat pertahanan negara harus diutamakan. Karena setelah aman maka secara otomatis akan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya,” ujarnya.

Menurutnya, dalam menciptakan kesejahteraan dan keamanan yang paling berperan adalah pemerintah dan tokoh agama, wirausahawan dan birokrat yang memiliki usaha.

“Di Kota Semarang, Kamtibmas masih relatif aman dan kegiatan berjalan baik. Namun ada hal yang paling urgent dan berkembang di masyarakat yakni hal yang bisa merusak persatuan bangsa, mulai issu rasis, makar dan lain-lain. Ini yang harus kita sikapi bersama,” tuturnya.

Pada prinsipnya, tutur Zubaidi, semua pihak harus dirangkul untuk sama-sama menciptakan keamanan dan persatuan bangsa tanpa membedakan ras, agama, suku dan lain-lain.

“Sesuatu yang besar bisa dilaknasanakan dengan cara yang baik melalui komunikasi dan kolaborasi dengan baik,” ujarnya.

(Suparman)

Komentar