Merdeka Karena Beragam dan Menghormati Perbedaan Dalam Masyarakat

Tak Berkategori326 Dilihat

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Perbedaan dan keberagaman adalah kekayaan kita sebagai warga negara Indonesia. Hal itu dikatakan Sekretaris Yayasan Satu Keadilan (YSK), Syamsul Alam Agus, Jumat (11/8/2023) kepada media.

“Merdeka karena beragam berarti kebebasan yang diraih karena menghargai dan menghormati perbedaan dalam masyarakat. Dengan menghargai keberagaman, kita bisa memperkuat persatuan dan menciptakan lingkungan yang inklusif dan harmonis,” katanya.

Lebih lanjut, namun di tengah keberagaman ini, juga terdapat tantangan dan perbedaan pandangan yang kadang menimbulkan ketegangan. Ketika Indonesia mencapai kemerdekaan dari penjajah, masyarakatnya menyadari bahwa keberagaman mereka harus menjadi kekuatan yang menyatukan, bukan pemisah.

“Untuk itu, dengan semangat kesatuan, mereka memilih untuk merdeka karena keberagaman,” ujarnya.

Menurut Syamsul, semangat dan perjuangan itu menciptakan situasi dimana negara menjadi tempat bagi semua orang merasa diterima dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Kemerdekaan bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi juga dari batas-batas pemikiran dan diskriminasi.

“Untuk menyambut 78 Tahun Indonesia merdeka dari penjajah, Yayasan Satu Keadilan mengundang bapak/ibu, kawan-kawan sekalian untuk bersama dalam ekspresi,” terang Saymsul, Jumat (11/8/2023), di Café Joglo Silaturasa, Jl. Parakan Salak Desa No. 1, Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Selian itu Syamsul menegaskan, dengan semangat merdeka karena keberagaman, Indonesia akan menjadi tempat di mana setiap warga bangga menyebut dirinya bagian dari kesatuan yang beraneka ragam. “Berdiri bersama dalam keberagaman untuk mencapai kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

Diskusi Lintas Iman dan Kepercayaan

YSK menyelenggarakan diskusi bertajuk “Membentuk Kolektif Warga untuk Mengawal Pemilu Berkualitas dan Menolak Politisasi.”, dengan mengundang sejumlah pihak mengikuti diskusin terkait dentitas, khusunya di Bogor Raya dan Depok

Menurut Syamsul, isu perbedaan paham keagamaan kerap menjadi penyulut perpecahan. Bisa kita lihat bagaimana residu politik 2014 silam masih terasa imbas polarisasinya hingga saat ini. Perbedaan itu suatu niscaya. Tidak mungkin kita tidak berbeda. Tapi bagaimana menyikapi perbedaan. Padahal perbedaan jika dikelola dengan baik akan menjadi kekuatan kita sebagai bangsa yang beragam.

“Pilpres 2014, Pilgub Jakarta 2017, Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 bisa dimaknai sebagai polarisasi. Berdasarkan hasil survei Polmark, sebanyak 5,7% responden merasa bahwa Pilkada DKI Jakarta 2017 telah merusak hubungan pertemanan. Angka ini naik dari survei serupa pada Pipres 2014,” ungkapnya.

Syamsul menambahkan, saat Pilpres dan Pilkada lalu itu, sebanyak 4,3% pemilih menganggap pilpres memicu keretakan hubungan pertemanan di masyarakat. Tahun 2024 kita akan masuk pada perhelatan politik yang tentu saja akan banyak banyak beradu kepentingan, menguatnya tren mayoritarianiseme di khawatirkan memperburuk situasi politik di tahun 2024.

“Merespon situasi di atas Yayasan Satu Keadilan berinisiatif mengadakan diskusi lintas iman dan kepercayaan bertemakan Membentuk Kolektif Warga untuk Mengawal Pemilu Berkualitas dan Menolak Politisasi Identitas di Bogor Raya dan Depok. Melalui kegiatan diskusi ini, diharapkan dapat mengidentifikasi persoalan-persoalan yang berpotensi muncul
ditahun politik terutama terkait persoalan toleransi dan keberagaman di Bogor Raya dan Depok,” tandasnya.

Selain itu, diskusi ini untuk memunculkan inisiatif bersama guna memitigasi dampak yang akan timbul dari perhelatan politik terhadap toleransi dan keberagaman di Bogor Raya dan Depok. Adapun tujuan Kegiatan diskusi diselenggarakan dengan tujuan Mengidentifikasi persoalan-persoalan yang berpotensi muncul ditahun politik terutama terkait persoalan toleransi dan keberagaman di Bogor Raya dan Depok.

“Diskusi dengan tema keberagaman ini, diharapkan akan memunculkan inisiatif bersama guna memitigasi dampak yang akan timbul dari perhelatan politik terhadap toleransi dan keberagaman di Bogor Raya dan Depok,” tambah Syamsul. (Piya Hadi)

Waktu, Tempat dan Nara Sumber

Waktu dan Tempat Kegiatan diskusi “Membentuk Kolektif Warga untuk Mengawal Pemilu Berkualitas dan Menolak Politisasi Identitas di Bogor Raya dan Depok” yang dihelat Jumat (11/8/2023), di Café Joglo Silaturasa, Jl. Parakan Salak, menghadirkan Fasilitator Dr. Ismail Hasani, S.H., M.H.

Adapun peserta kegiatan diskusi adalah :
1. Kesbangpol Kota Bogor
2. Kesbangpol Kabupaten Bogor
3. Kesbangpol Kota Depok
4. Forum Bogor Damai Sejahtera (FORBODAS)
5. FKUB Kota Bogor
6. FKUB Kabupaten Bogor
7. FKUB Kota Depok
8. Ahlul Bait Indonesia Kota Bogor Kota Bogor
9. BASOLIA (Badan Sosial Lintas Agama) Kota Bogor
10.Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat Pancoran Rahmat, Kota Depok
11. Paroki Santo Joannes Baptista, Parung-Bogor (Gereja Tulang Kuning)
12.GKI Bogor Barat
13.Gusdurian Bogor
14.Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Jemaat Betlehem, Cilebut-Bogor
15. Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Kota Depok
16.Justice, Peace, and Integrity of Creation (JPIC)
17. Laskar Cinta Kasih (L.C.K)
18. Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM NU)
19. Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Jabodetabek
20. Komunitas Tarbi
21.Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI)
22.Metamorfosis
23. Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia (PB JAI)
24. Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Bogor
25. Peace Leader
26. Persatuan Umat Islam (PUI) Kota Bogor
27. Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Bogor
28. Pesantren Ekologi Misykat Al-Anwar
29. Solidaritas Korban Tindak Pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (SOBAT
KBB)
30. Youth Interfaith on Sexuality (YIFoS) Indonesia
31. Penyuluh Agama Kecamatan Kemang
32. Penyuluh Agama Kristen
33. Perwakilan Jurnalis Bogor
34. Srikandi Pakuan
35. Tirto.id
36. Perwakilan Agama Baha’i
37. Perwakilan Agama Yahudi
38.Millah Abraham (Eks GAFATAR)

Bentuk kegiatan MURAL :
1. Tim Depok mural (Ray)
2. Tim Repliks
3. Ardex Stencil Art

PUISI :
1. Dewi Nova
2. Amien Kamil

MUSIC PERFORMANCE :
1. Marjinal
2. Anto Baret KPJ
3. Tege Dreads Coconut Trees
4. Sondy and Friends
5. Napi Sam Labadio
6. Farid Mbah Surip
7. Kala Sore

ORASI KEBERAGAMAN :

Untuk informasi lebih lengkap tentang kegiatan ini dapat menghubungi narahubung Ridwan: +62-857-1519-3318 (085715193318)

Bentuk kegiatan :
MURAL
1. Tim Depok mural (Ray)
2. Tim Repliks
3. Ardex Stencil Art
PUISI
1. Dewi Nova
2. Amien Kamil
MUSIC PERFORMANCE
1. Marjinal
2. Anto Baret KPJ
3. Tege Dreads Coconut Trees
4. Sondy and Friends
5. Napi Sam Labadio
6. Farid Mbah Surip
7. Kala Sore
ORASI KEBERAGAMAN

banner 521x10

Komentar