oleh

Minta Cepat-cepat, Nggak Cepat-cepat Diambil! Ketika e-KTP Warga Kota Bogor Numpuk, Petugas Disdukcapil Makin Sibuk

INILAHONLINE.COM, BOGOR

“Sebagai petugas, kami serba sibuk. Warga minta cepat-cepat selesai ketika bikin e-KTP. Petugas dikerahkan, 15 orang dari Kabid, empat Kasie, dan Staf. Eh begitu selesai, e-KTP numpuk, warga nggak cepat-cepat ambil. Petugaspun kembali dibuat super sibuk. Begini salah, begitu salah. Nasib jadi petugas Disdukcapil. Mesti ikhlas, tulus melayani warga.”

Jadi petugas Disdukcapil Kota Bogor yang melayani warga mengurus masalah kependudukan dan pentingnya administrasi pencatatan sipil di era milenial memang tak ada benarnya. Apalagi di musim pendaftaran peserta didik baru, dari tingkat PAUD, SD, SLTP, SLTA hingga perguruan tinggi, ada tambahan legalisir KTP, KK, Akta Kelahiran, tak hanya Akta Nikah, menjadikan petugas semakin sibuk.

“Tak hanya butuh kesiapan peralatan, juga kami kerahkan tim sampai 15 orang, dari Kabid, empat Kasie, dan Staf, agar pelayanan cepat dan tuntas. Maklum warga butuh cepat selesai, terutama untuk memenuhi persyaratan masuk sekolah. Legalisir KTP, KK, dan Akta Kelahiran supaya nggak numpuk,” ungkap Kabid Kependudukan Disdukcapil Kota Bogor, Agus Suparman ketika dikonfirmasi, kemarin.

Warga yang mengurus legalisir identitas itu tembus di angka 8.700, terus bertambah dari jelang Lebaran hingga masa pendaftaran peserta didik baru tahun ajaran 2019/2020. Karena petugas dikerahkan fullteam, sampai Sabtupun bertugas, legalisasi surat-surat itu tak masalah, cepat tuntas. Demikian pula dengan pembuatan e-KTP, dari pemotretan, sidik jari hingga pencetakannya, berjalan lancar, meski peralatannya terbatas.

“Tapi anehnya, e-KTP yang sudah jadi sampai numpuk 1.600 sampai saat ini belum diambil oleh pemiliknya. Kami berharap mereka segera mengambilnya. Kan ketika mau bikin e-KTP ingin cepat-cepat jadi, begitu sudah jadi, kok nggak cepat-cepat diambil. Sayang kan.”

Terkait progress penumpukan e-KTP warga itu, hingga kini masih cukup banyak, sekitar 1.600 keping, masing-masing dibendel tiap 10 e-KTP dililit karet gelang, dijajar di atas bak. Ini terlihat di salahsatu ruang Disdukcapil Kota Bogor.

Padahal, mesin pembalas WA (WatsApp) atau SMS dinas yang berada di Jalan Pandu Raya itu sudah memberitahukan kepada pemilik e-KTP bahwa KTP elektronik mereka sudah dicetak, segera bisa diambil. “Ini kok malah nggak diambil-ambil. Memang tak ada masa kadaluarsanya, tapi kan sayang, bisa buat ngurus masuk sekolah baru, perbankan, imigrasi, perjanjian-perjanjian, asuransi, dan lain-lain. Dulu ingin cepat-cepat, eh malah nggak segera diambil e-KTP yang sudah jadi,” tandasnya.

Menurut Agus, jika persyaratan lengkap, warga hanya butuh waktu sehari untuk mengurus legalisir surat-surat. Dalam sehari ketika terjadi puncak antrean bisa mencapai 500 sampai 750 orang yang mengurus legalisir surat-surat itu, sedangkan hari biasa hanya sekitar 160 orang.

(Cheyne Amandha Miranda)

Komentar