oleh

Mudik Balik 2019 PT Jasa Raharja di Stasiun Tawang Dipadati Penumpang

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Untuk mengurai kepadatan pemudik balik ke Jakarta ada program baru yang dilakukan oleh PT Jasa Raharja. Salah satunya adalah mengikuti kegiatan balik mudik yang diselenggarakan secara seremonial. Pelepasan dilakukan oleh DR Sulistianingtias selaku Kepala Divisi Human Capital PT Jasa Raharya (Persero) diikuti pejabat terkait di stasiun Tawang, Kota Semarang, Jumat (14/6/2019).

Sulistianingtias menjelaskan kegiatan ini merupakan rangkaian dari program Mudik Bareng BUMN Tahun 2019, yang diprakarsai oleh Kementrian Badan Usaha Milik Negara. Sebagai bentuk sinergi beberapa BUMN dalam mewujudkan komitmen BUMN Hadir Untuk Negeri pada saat masyarakat melaksanakan kegiatan rutin setiap tahun di masa lebaran yaitu mudik.

Tidak hanya fokus terhadap kegiatan mudik, Jasa Raharja juga menyelenggarakan Balik Mudik di tahun 2019 ini, yaitu dengan memberangkatkan sebanyak 7.426 peserta kembali ke Jakarta, dimana 4.130 menggunakan moda transportasi bus dan 3.296 peserta menggunakan Kereta Api.

”Dalam pemberangkatan Kegiatan Mudik Balik Bersama Jasa Raharja, jika dibandingkan dengan Tahun 2018, terdapat peningkatan jumlah penumpang sebesar 18.10%. Semua ini merupakan upaya untuk meningkatkan kapasitas peserta Balik Mudik.,”katanya.

Sulistianingtias menambahkan, bahwa Pemilihan waktu pelaksanaan Balik Mudik sendiri bertujuan untuk mengurangi kepadatan jalan menuju Jakarta. Dengan demikian kenyamanan dan keselamatan dapat terjaga dengan baik saat Mudik dan Balik Mudik Bareng BUMN.

”Yang jelas seecara nasional selama periode H-7 sampai dengan H+3 atau 29 Mei – 9 Juni 2019, Jasa Raharja menyerahkan santunan Rp 21, 6 miliar bagi korban kecelakaan alat angkutan umum dan korban kecelakaan lalu lintas jalan. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 79,37 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2018,”paparnya.

Khusus di Jawa Tengah, lanjutnya, selama periode H-7 sampai dengan H+7 Lebaran, Jasa Raharja menyerahkan santunan Rp 7,7 miliar. Angka ini mengalami penurunan 67,08 persen dibanding periode yang sama di tahun 2018 sebesar Rp 23,5 miliar.

Dengan demikian secara total dana santunan yang telah dibayarkan PT Jasa Raharja Jawa Tengah dari awal tahun hingga Mei 2019, mencapai Rp192 miliar.

”Angka tersebut mengalami lonjakan 10,56 persen secara year to year atau di banding waktu yang sama di tahun 2018 sebesar Rp174 miliar,”ujarnya.

Sulistianingtias menambahkan, pada Lebaran tahun ini pihaknya menyiagakan 2.000 personil di seluruh indonesia, dan tidak meliburkan karyawan serta sistem operasional. Pos siaga 24 jam dibuka di 156 titik serta ada 167 pos kesehatan terpadu.

“Kami juga membuka 15 titik rest di area jalur pantura dan pantai selatan untuk pemudik sepeda motor. Selain itu ada sebanyak 1.300 tenaga petugas yang bertugas mobile dan sudah dilengkapi gadget sehingga apabila ada laporan masuk otomatis bisa segera ditindaklanjuti, ” imbuhnya.

Terkait dengan kegiatan Mudik Balik bersama Jasa Raharja, Sulistianingtias mengatakan, bahwa acara ini bertujuan untuk pengalihan pemudik pengguna sepeda motor ke moda transportasi bus dan kereta api untuk meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas.

”Hal ini dilakukan sebenarnya untuk memenuhi keinginan masyarakat ekonomi menengah ke bawah, untuk kembali ke Ibukota dengan nyaman dan aman, sebagai langkah konkret peran BUMN dalam kegiatan pencegahan kecelakaan, serta peningkatan brand awareness dan positioning perusahaan.”

Dijelaskan, dalam Tahun 2019 target pemudik yang diberangkatkan melalui moda transportasi bus, kapal laut, kereta api, dan pesawat udara sebanyak 257.266 pemudik atau naik sebesar 26,02 persen dibandingkan realisasi pemudik pada tahun 2018.

”Sebagai Ketua Satgas, Jasa Raharja turut berkontribusi dengan meningkatkan kuota pemudik sebanyak 6 persen dengan jumlah Pemudik sebanyak 40.912 penumpang,”katanya.

(Suparman)

Komentar