Najamudin : Nobar Film G 30 S/PKI Untuk Mengenal Sejarah, 400 Pelajar SMK Nobar Film G30S/PKI

Megapolitan1044 Dilihat

InilahOnline.com (Kota Bogor) – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bina Informatika dan Bina Husada yang berlokasi di Jalan Bondongan Empang Bogor Selatan Kota Bogor Sabtu (24/7/2017) kemarin meliburkan kegiatan belajar dan mengajarnya.

Namun Meski tidak ada kegiatan belajar, siswa – siswi tetap diharuskan datang ke sekolah untuk nonton bareng (nobar) film G30S/PKI.

Nobar difasilitasi oleh Koramil Bogor Selatan yang disaksikan sekitar 400 pelajar. Turut mendampingi para pelajar nobar bareng Danramil Bogor Selatan Kapten Inf Supriyatna

Para pelajar SMK yang bernaung dibasah Yayasan Nurul Ilma itu terlihat antusias menyaksikan pemutaran film hingga tuntas.

 

Meskipun pemutaran film itu tidak utuh karena tidak sesuai dengan film aslinya berdurasi tiga jam, dan film yang ditonton hanya sekitar satu jam setengah, namun menjadi pembelajaran sejarah bagi generasi muda, bahwa itu peristiwa kelam yang terjadi pada tahun 1965.

Seperti diungkapkan Haji Najamudin selaku pembina Yayasan Nurul Ilma. Menurutnya, pemutaran film tersebut sangat penting untuk kaum muda sehingga mereka bisa mengenal sejarah bangsanya. “Peristiwa kelam telah terjadi tahun 1965. Para pejuang kita di bunuh oleh kaum PKI yang sebenarnya mereka juga bangsa Indonesia.”kata Najamudin

Lelaki yang kini menjabat Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Bogor itu mengatakan, para pelajar juga harus mengetahui, bahwa PKI sudah dilarang di Indonesia,

“Kita juga harus ingat, banyak yang jadi korban baik itu dari TNI maupun ulama karena memerangi PKI agar tidak ada lagi di indonesia, ” tegas Najamudin

Oleh karena, kata Najamudin, Pancasila harus tertanam pada diri generasi muda. “Ingat NKRI itu harga mati,” tegas Politisi PKS tersebut.

 

Sementara itu Danramil Bogor Selatan Kapten Inf Supriyatna mengingatkan, sejarah jangan dilupakan. Para pelajar harus ikut menjaga negeri ini. “Adik – adik pelajar jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu negatif yang berkembang sehingga bisa memecah belah bangsa Indonesia.”imbuhnya.

Andi (16) salah satu siswa yang ikut menonton film G 30 S/PKI mengaku baru pertama kalinya menonton film tersebut.

“Saya suka film ini sebagai pembelajaran sehingga bisa mengenal sejarah yang pernah terjadi di Indonesia. “Pokoknya PKI jangan sampai bangkit lagi,” tukasnya. (Iqbal)

banner 521x10

Komentar