oleh

Normalisasi Banjir Kanal Timur, PKL Barito Semarang Resmi Tempati Pasar Barito Baru Penggaron

InilahOnline.com (Semarang-Jateng) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah berhasil melakukan pindahan ratusan pedagang kreatif lapangan (PKL) Barito, tepatnya Kel Rejosari sekaligus boyongan menuju ke tempat barunya di Pasar Barito Baru (dahulu bernama Klitikan Penggaron), Jumat (2/2/2018) pagi.

Pindahan ini dilakukan karena tempat para PKL Barito yang berada di bantaran Banjir Kanal Timur (BKT) tersebut, bakal terdampak proyek normalisasi BKT 2018 ini, Oleh karena itu, boyongan disertai dengan prosesi yang ditandai dengan penyerahan kunci oleh Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu (Ita) dan Dinas Perdagangan Kota Semarang kepada PKL.

‘’Dengan acara pindahan dan boyongan secara sakral ini, diharapkan proses pemindahan PKL di bantaran BKT seluruhnya dapat dilaksanakan secepat mungkin, sehingga pengerjaan pembangunan normalisasi sungai BKT dapat dikebut oleh kontraktor pelaksan. Oleh karena itu, kami akan melakukan koordinasi untuk pembongkaran kios lama pedagang di Sepanjang BKT,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengungkapkan, bahwa pemindahan para PKL ini nantinya dilakukan secara bertahap dan targetnya sebelum Mei.

‘’Kami menargetkan sebelum Mei 2018 seluruh pedagang sudah menempati tempat yang baru,” ujar Fajar.

Ratusan pedagang kaki lima (PKL) Barito direlokasi ke Pasar Barito Baru yang sebelumnya merupakan Pasar Klitikan, Penggaron Semarang.

Sementara itu, dari pantauan dilapangan pelaksanaan normalisasi sungai Banjir Kanal Timur (BKT) telah dimulai 22 Desember 2017 lalu. Saat ini, proses normalisasi sampai tahap pembersihan bangunan PKL yang berada di bantaran dan persiapan pengukuran, belim seluruhnya dilakukan.

‘’Meski kontak pekerjaan normalisasi sudah berjalan, namun ada keterlambatan pekerjaan karena pemindahan PKL di bantaran sungai Barito baru mulai dilakukan. Seharusnya, pemindahan sudah selesai sebelum normalisasi dimulai,’’ujar Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, Ruhban Ruzziyanto di Semarang, Juamt (2/2/2018).

Menurutnya, meski waktu pelaksanaan molor dari waktu yang ditentukan, tapi waktu yang diefektifkan karena kami sudah ada beberapa yang hilang. Hari ini bisa lakukan pemindahan PKL berarti ada progres dan itu bagus.

‘’Dari pemindahan ini setidaknya kami bisa melakukan percepatan pembangunan,’’tambahnya.
Lebar sungai yang semula 20 meter kini hanya tinggal 5 meter. BKT akan dinormalisasi mulai tahun 2017. Gambar adalah animasi desain BTK masa depan

Hanya saja, menurut dia, percepatan itu sepertinya belum bisa dilakukan mengingat relokasi PKL Barito belum semuanya. Padahal, diharapkan 1.374 PKL dari 12 Kelurahan yang menempati bantaran sungai sudah direlokasi sebelum 20 Februari mendatang.

‘’Jika itu bisa dilakukan, kami bisa melaksanakaan pembangunan BKT yang terbagi tiga paket secara bersama-sama,’’paparnya.

Terkait pembangunan BKT, lanjut Ruhban, bisa menggambarkan nantinya memanfaatkan bentang tanggul dari yang lama dengan memperlebar bantaran, sehingga bantaran sungai tersebut bisa digunakan untuk berbagai fasilitas umum.

‘’Nanti jembatan Kaligawe akan dibongkar dan dibuat lagi jembatan permanen. Setidaknya setelah dibongkar akan kelihatan lebih indah,’’ujarnya.

Kendati demikian, dalam pemindahan ini yang paling penting adalah Pemkot Semarang harus memastikan, bahwa para PKL tidak kembali berjualan di bantaran BKT. Untuk itu, nantinya Wali Kota Semarang diharapkan bisa memerintahkan petugas Satpol PP, untuk berjaga di lokasi yang sudah bersih dari PKL.

‘’Jadi aparat Satpol PP harus bertindak tegas, jangan membiarkan satu orang pun kembali,’’pintanya

Sementara itu ratusan pedagang dari Kelurahan Rejosari itu diboyong bersama-sama oleh Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu. Boyongan pedagang Barito itu tak disertai dengan barang dagangan yang selama ini dijual. Hanya para pedagang yang berangkat sekaligus mengikuti pembagian kunci kios di tempat yang baru.

Seorang pedagang, Sukarjo, mengatakan selama ini berjualan suku cadang bekas kendaraan. Namun untuk memindahkan barang dagangan, tidak bisa dilakukan sekali angkut melainkan bertahap.

‘’Tidak bisa sekali mengangkutnya, melainkan harus diangkut sedikit demi sedikit. Mulai Juamt kemarin sudah saya cicil bawa ke kios baru,” jelas Sukarja kepada awak media yang meliputnya.

Menurut Sukarjo, meski belum semua barang dagangannya dipindahkan, pihaknya mengaku lega karena sudah mendapat kunci kios baru. Jadi di tempat baru nanti bisa leluasa memindahkan barang dan berjualan lagi.

‘’Sudah lega rasanya, sudah resmi terima kios baru. Cuma khawatir di sini apakah akan ramai pelanggan seperti di Barito lama atau tidak. Soalnya, pelanggan belum tahu tempat relokasinya ini,’’ujarnya.

Seperti diketahui di PKL Barito ini terdapat 124 pedagang di kawasan Barito dari Kelurahan Rejosari yang direlokasi ke Pasar Barito Baru di Penggaron. Pihak terkait yaitu Dinas Perdagangan Kota Semarang, memberi waktu kepada pedagang membersihkan lokasi yang lama sampai pertengahan Februari ini.

‘’Para pedagang PKL Barito sebelum menempati tempat yang baru di Lokasi PKL Penggaron, harus membersihkan dulu temaptnya sehingga pengerjaan proyek normalisasi tidak mengalami gangguan,’’ pinta Fajar.(Suparman)

Komentar