Pasar Hewan Di Kab Pati Mati Dibunuh ‘Blantik’ Sapi

INILAHONLINE.COM, PATI

Fakta menyedihkan, Pasar-pasar Hewan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, perlahan tapi pasti, menuju mati akibat ulah para “blantik” (juragan) Sapi. Demikian Ishroni BJ, Kepala Bidang Pasar-pasar Kabupaten Pati, ditemui inilahonline.com dilorong kantornya, Senin (15/7/2019) pagi.

Menurut Ishroni BJ (Roni), di wilayahnya terdapat tiga Pasar Hewan. Yakni, pasar-pasar khusus tempat transaksi jual beli hewan/ternak (Sapi, Kambing, Ayam dll). Masing-masing di Kecamatan Tayu, Winong dan Margorejo. Pasar Hewan terbesar dan terkuno/terlama adalah Pasar Sapi Margorejo. Konon sejak zaman Belanda, pasar hewan ini sudah ada.

Beberapa tahun ini, transaksi di pasar-pasar hewan terasa menurun frekuensinya. Makin kesini makin turun, kata Roni. Bersamaan itu, pendapatan retribusi Pemkab Pati dari sektor Pasar-pasar ikut berkurang atau menurun, akibat sepinya jual-beli di tiga pasaar hewan tersebut.

Setelah dicermati, penurunan transaksi itu dampak ulah blantik/juragan sapi. Mereka mengepul Sapi ditempat masing-masing. “Satu juragan sapi bisa menampung ratusan Sapi. Ditempat itu berjalan jual beli Sapi. Sapi tak usah dibawa ke Pasar Hewan untuk dijual. Pada hal jika mereka menjual dipasar hewan ditarik retribusi”, ucap Roni.

Ironisnya, seperti aku Rhoni, atas kenyataan itu, Dinas Pasar Pemkab Pati, tak berdaya untuk melakukan tindakan. “Kita tak bisa berbuat apapun”, tukasnya bernada putus asa. Transaksi ternak diluar pasar hewan di Kab.Pati kian marak. Apa lagi kini didukung teknologi komunikasi via telpon selular, tambah Kepala Pasar Ya’ik, Pati, secara terpisah.

(Heru Christiyono Amari)

banner 521x10

Komentar