oleh

Paslon Gubernur Jateng Sudirman Said-Ida Fauziyah Bertekad Jadikan Jateng Tanpa Korupsi dan Realisasikan Pensiun Bagi Petani Nelayan

INILAHONLINE.COM, SEMARANG – Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Jateng Sudirman Said-Ida Fauziah meluncurkan 22 janji kerja, dan bertekad menjadikan Jateng mukti tanpa korupsi, serta merealisasikan program pensiun bagi petani nelayan. Dari 22 janji akan direalisasikan bagi masyarakat Jawa Tengah.

Janji itu dipaparkan pasangan nomor urut dua Pilgub Jateng 2018 dalam peluncuran program kerja Sudirman-Ida, di hadapan para petinggi partai pengusung serta puluhan relawan, di Hotel Patra Jasa, Semarang, Kamis (22/2/2018).

“Janji kerja itu di antaranya bakal memperkuat peran nelayan dalam pembangunan ekonomi bahari, meningkatkan kesejahteraan buruh, membuat gerakan seribu lumbung pangan masyarakat dan seribu lumbung ternak masyarakat, serta penguatan kapasitas pendamping desa dengan membuat sekolah pamong desa,” ujarnya.

Menurut Sudirman, jika terpilih menjadi Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023, pihaknya siap memangkas angka kemiskinan, yang saat ini mencapai 12,23% dan Jateng menduduki peringkat kedua sebagai provinsi termiskin di Indonesia.

Angka kemiskinan, lanjutnya, bisa ditekan seminimal mungkin dengan menciptakan 5 juta lapangan kerja selama lima tahun memimpin Jawa Tengah.

“Kita juga harus fokus pada kelompok masyarakat paling miskin dan rentan miskin, penguatan peran dan kepemimpinan desa sebagai pusat pembangunan, serta mendorong program pembangunan sebagai gerakan masyarakat,” tuturnya.

Janji kerja Sudirman yang lain adalah mengganti Kartu Tani yang menjadi program Pemerintah Provinsi Jateng dengan program petani mandiri.

“Kami akan merevisi total konsep Kartu Tani agar masyarakat petani tidak trauma lagi, sehingga akan dilakukan program petani mandiri. Teknologinya kita cari yang petani bersahabat, jadi kalau belum siap menerapkan transaksi tanpa cash ya kita cari jalan. Solusi itu selalu ada,” ujarnya.

Selain itu, dia menambahkan juga akan memberikan program pensiun bagi petani dan nelayan. Menurutnya, bantuan sosial untuk petani dan nelayan diperlukan, terlebih saat mereka sudah tak lagi bekerja, atau sedang berhenti bekerja di masa-masa tertentu.

Konsep tersebut akan dilaksanakan dengan sistem menabung, atau memberikan bantuan yang tak seberapa bagi nelayan dan petani.

“Memang tidak seberapa. Namun bagaimana pemerintah hadir untuk mereka. Angka kemiskinan di Jateng ini masih di kisaran 13%, sehingga perlu penanganan,” tutur Pak Dirman panggilan akrab Sudirman Sudirman Said itu.

Menurutnya, korupsi selama ini juga menjadi persoalan berbagai ragam di wilayah Jateng, tidak hanya meyebabkan kemiskinan, tetapi juga menghambat pembangunan hingga tingkat kesejehteraan rakyat di provinsi belum bisa dirasakan membaik.

Akibat korupsi, lanjutnya, Jateng kini menduduki peringkat kedua sebagai provinsi termiskin di Indonesia, hingga mencatat 12,23%.

“Kuncinya komitmen pemimpin pada pemberantasan korupsi. Cukuplah 93 kepala daerah yang ditangkap KPK. Kita tidak akan menambah jumlah itu lagi,” ujarnya.

Dia menuturkan kemajuan bukanlah sesuatu hal yang mustahil untuk dicapai, perlu perjuangan dengan bekerja keras dan gigih bagi seorang pemimpin yang didukung rakyatnya.

Kemajuan di Jawa Tengah, dia menambahkan juga sangat bergantung pada penyusunan APBD yang berpihak pada rakyat. Bahkan kemungkinan selama ini penyusunannya baik, tapi terkendala pelaksananya tidak baik, atau sebaliknya, pelaksananya baik namun perencanaannya tidak baik.

Pak Dirman memaparkan tiga prioritas strategis jika dia bersama Ida Fauziah terpilih sebagai Gubernur Jawa Tengah pada Pilgub Jateng mendatang.

“Skala bakal difokuskan pada penekanan kemiskinan secara drastis, dari 12,23% turun menjadi 6%, selain menyediakan 5 juta lapangan kerja dan membangun pemerintahan yang bersih serta bebas korupsi,” ujarnya.

Program prioritas itu, menurutnya, diterjemahkan melalui 22 janji kerja yang dicanangkan. Bahkan dia menjajikan semua merupakan masalah-masalah paling mendasar di Jawa Tengah dapat teratasi.

Menekan secara drastis kemiskinan, bukanlah hal mustahil, namun itu menjadi kesepakatan Cagub dan Cawagub untuk semua program bermuara pada program prioritas tersebut.

Sebanyak 22 janji kerja tersebut, dia menambahkan merupakan kesungguhannya ingin kerja keras yang saling melengkapi dengan pasangannya Ida Fauziah.

“Bu Ida kuat betul di legislatif. Pasti akan sangat membantu dalam urusan regulasi dan hubungan dengan partai politik. Kalau saya seumur-umur kerja di eksekutif. Bahkan tugas saya beberes yang musykil-musykil,” ujarnya.

Sementara itu, Calon Wakil Gubernur Jateng, Ida Fauziah menuturkan pihaknya juga berjanji membuat sejuta wirausahawan perempuan, meningkatkan fasilitas dan akses pelayanan kesehatan, memacu pendidikan karakter dan keterampilan dengan menjalankan wajib belajar 12 Tahun, membangun penguatan perempuan sebagai soko guru pergerakan pembangunan Jateng.

Selain itu, Ida berjanji akan menggerakkan program Setara, yakni sejuta warga berwirausaha, mengingat kemiskinan di Jateng masih tinggi dan penyumbang terbanyak adalah perempuan.

“Jateng ini menjadi lumbungnya Tenaga Kerja Wanita. Riilnya, mereka diberikan modal dengan menghubungkan pada sektor permodalan dan keuangan di daerah,” tuturnya. (Suparman)

Komentar