oleh

Pedagang Pasar Yaik Pati Bebas Pungli

INILAHONLINE.COM, PATI

Puluhan pedagang kios baru Pasar “Yaik”, Pati, Jawa Tengah, lega karena bebas teror pungutan liar/pungli. Sebelumnya mereka galau, atas isyu menyebut, Dinas Pasar-pasar Kabupaten Pati akan menarik sewa/kontrak Rp 30 juta hingga 70 juta pada tiap pedagang yang menempati kiosk baru.

Sutrisno salah satu pedagang dipasar itu sempat mengeluh, dia tak kuat menebus kontrak kiosk konon ditetapkan (oknum) Dinas Pasar dengan nilai maksimal Rp 70 juta. Istri saya jatuh sakit dengar isyu itu. Terbayang anak-anak kelaparan dan tak bisa sekolah, karena mata pencaharian jualan dipasar sudah tidak bisa kita lakukan, ujar Sutrisno.

Ronny, Kabag Pasar-pasar Pemkab Pati terpisah, tegas-tegas menepis isyu ngawur itu. “Kita justru membebaskan dari segala jenis pungutan pada seluruh pedagang lama yang menempati kiosk baru”, ujarnya. Artinya, serupiahpun para pedagang tidak ditarik uang apapun untuk menempati kiosk-kiosk yang baru dibangun tersebut.

Pemkab Pati dari anggaran APBD/2018, menyediakan alokasi khusus merenovasi Pasar Yaik. Dibangun sejumlah kiosk baru dengan wajah/penataan menarik. Dengan maksud agar Pasar Yaik lebih menarik wajahnya. Sekaligus lebih diminati warga yang berbelanja dipasar itu. Sedangkan para pedagang bisa mendapat untung sepadan.

Kata Ronny, selama ini Pasar Yaik berlokasi di Desa Kemiri, nyaris jadi pasar mati. Aktivitas jual-beli terbatas, begitu masuk pukul 17.00, sudah tak ada. Pembeli enggan datang, milih belanja dipasar lain. Jika kita pungut sewa pasar tinggi, tak ada pedagang mampu menempati kiosk, keadaan pasar bisa tambah sepi lagi, tambahnya.

Medio tahun ini, renovasi Pasar Yaik, kembali dilanjutkan Pemkab Pati. Kini sedang dikerjakan pembangunan plaza, berupa kanopi didepan tengah pasar itu. Dengan bangunan baru ini, wajah pasar kian cantik. Nanti di plaza itu akan diisi berbagai jenis permainan anak. Bisa dinikmati anak-anak dengan gratis.

(Heru Christiyono A)

Komentar