oleh

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah melakukan percepatan pelaksanaan vaksinasi Corona Virus Disease yang mulai merebak di tahun 2019 (Covid-19) dari sekitar 3.000 orang menjadi sekitar 7.000 orang per hari, guna mengejar target pencapaian sekitar 86.000 orang sasaran penerima vaksin, pada pelaksanaan vaksinasi tahap kedua hingga April 2021.

“Dari 86.000 penerima, paling banyak adalah lanjut usia (lansia) yakni 61.178 orang, serta sekitar 25.000 orang lainnya yang bekerja di sektor pelayanan publik,” kata Walikota Bogor Bima Arya saat meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk pedagang pasar di Blok F Pasar Kebon Kembang, Kota Bogor, Kamis, (25/3/2021)

Bima Arya menjelaskan vaksinasi ditingkatkan intensitasnya sampai mencapai sekitar 7.000 orang per hari, dengan memperbanyak tenaga kesehatan yang bertugas sebagai vaksinator, serta menambah lokasi vaksinasi.

“Vaksinasi Covid-19 saat ini dilaksanakan di rumah sakit, puskesmas, klinik, serta di gedung pertemuan yakni Puri Begawan dan IPB ICC,” ujarnya

Menurut Walikota Bogor, Pemkot Bogor juga melaksanakan vaksinasi untuk lansia dengan pola “drive thru” atau tidak turun dari kendaraan di GOR Pajajaran Kota Bogor. “Lokasinya pelaksanaannya akan ditambah, yakni mal dan hotel,” katanya.

Masih kata Bima Arya, Pemerintah Kota Bogor juga sedang mengusulkan lagi melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meminta tambahan vaksin 10.000 vial atau 100.000 dosis. “Kami sudah mengusulkan tambahan

Wali Kota Bogor, Bima Arya menyatakan, lonjakan Covid-19 saat ini harus diatasi dari hulu ke hilir. Di hilir dengan melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan (prokes), penambahan kapasitas tempat tidur (bed) dan ruang isolasi. Sementara hulunya adalah pemberian vaksin.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar vaksinasi massal Covid-19 tahap pertama sasaran masyarakat umum dengan target 5.000 warga usia 18 hingga 50 tahun menerima vaksin dari target 10.000 warga.

Untuk mendukung tercapainya target tersebut kata Bima Arya, pelaksanaan vaksinasi hari ini dilakukan di tiga lokasi, yaitu di Gedung Puri Begawan sebanyak 2.500 warga, sisanya 2.500 warga di Boxies 123 Mall dan Lippo Plaza Ekalokasari Bogor.

 “Hari ini Pemkot menargetkan 5.000 warga divaksin,” kata Bima Arya didampingi Kadinkes, Sri Nowo Retno saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Gedung Puri Begawan, Kota Bogor, Selasa (22/6/2021) kemarin.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, hingga Selasa (22/06), warga Kota Bogor yang telah divaksin mencapai 130 ribuan atau 17 persen dari target 750 ribuan. Untuk mempercepat capaian target, Pemkot Bogor menargetkan ada 5 ribu sampai dengan 10 ribu warga yang akan di vaksin.

Sementara untuk kasus berdasarkan data terbaru, Senin (21/06) malam, penambahan kasus di Kota Bogor berjumlah 197 kasus. Angka tersebut menurut Bima Arya masih darurat.

“Kalau bisa akan dimaksimalkan 10 ribu warga, kita berupaya untuk percepat proses vaksinasi karena berpacu dengan waktu. Untuk vaksin tahap kedua akan dilakukan ketika vaksin sudah ada,” kata Bima Arya.

Saat ini Kota Bogor berstatus oranye, untuk mempercepat capaian target vaksinasi Pemkot Bogor tengah mengajukan stok vaksin tambahan kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebanyak 50 ribu vial.

Sejumlah kebijakan diambil Pemkot Bogor guna menekan penyebaran dan penularan virus Covid-19, diantaranya membatasi jam operasional hingga pukul 20.00 WIB dan kapasitas juga diperketat menjadi 25 persen. Pengetatan yang dilakukan tegas Bima Arya akan lebih ketat jika statusnya berubah menjadi zona merah. “Ini sesuai arahan Ketua Satgas tingkat pusat dan Kemenko Perekonomian,” katanya.

Sehari sebelumnya, Bima Arya bersama Kapolresta Bogor Kota dan Dandim 0606 Kota Bogor menggelar pertemuan dengan semua rumah sakit di Kota Bogor, menindaklanjuti surat edaran Kemenkes. Kepada seluruh rumah sakit di Kota Bogor Bima Arya memerintahkan agar menambah kapasitas tempat tidur dan ICU minimal 30-35 persen untuk merawat pasien Covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno menambahkan lansia yang terdata di Dinas Kesehatan Kota Bogor ada 61.178 orang, tapi vaksin Covid-19 untuk lansia yang tersedia saat ini adalah 5.500 vial atau 55.000 dosis.

“Karena setiap orang penerima dua kali suntikan, sehingga vaksin tersebut untuk disuntikkan kepada 27.500 orang lansia,” katanya.

Menurut Retno, karena jumlah vaksinnya terbatas, Dinas Kesehatan melakukan pendataan lagi berbasis wilayah dengan skala prioritas, dengan memprioritaskan untuk lansia yang berdomisili di daerah resiko tinggi atau di daerah RW zona merah.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menjadwalkan vaksinasi Covid-19 tahap kedua dengan sasaran tenaga sektor pelayanan publik mulai awal Maret hingga April 2021. Demikian penjelasan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno di Kota Bogor, Senin, (22/3/2021).

“Sasaran penerima vaksin yakni orang yang  bekerja pada sektor pelayanan publik, meliputi anggota TNI, anggota Polri, Anggota DPRD, aparat sipil negara (ASN), BUMN/BUMD, guru, wartawan, tokoh agama, pelaku pariwisata, pedagang pasar dan pengemudi angkutan umum,” jelasnya.
“Mereka akan disuntik vaksin produksi Bio Farma secara bertahap, dalam rentang jadwal yang telah ditetapkan,” katanya.

Lebih lanjut, Retno mengatakan Dinkes Kota Bogor menargetkan sasaran penerima vaksin sebanyak 25.000 orang berprofesi di sektor pelayanan publik. Diharapkan semua sasaran yang telah didata, dapat ikut serta pada pelaksanaan vaksinasi tahap kedua yang telah dijadwalkan.

 “Untuk orang lanjut usia (lansia), kata dia, pelaksanaan vaksinasinya masih diprioritaskan di ibu kota provinsi. Kota Bogor belum mendapat alokasi vaksin untuk lansia,” paparnya

Menurut Retno, Dinkes Kota Bogor masih melakukan pendataan sasaran penerima vaksin untuk lansia, “by name by address”, melalui kader Posbindu di tingkat kecamatan, untuk disandingkan dengan data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

“Data lansia di Disdukcapil ada 93.000 orang dan lansia yang menjadi sasaran penerima yang sedang didata ada sekitar 61.000 orang,” katanya.

Selain itu kata Retno, Dinkes Kota Bogor telah menyiapkan beberapa tempat sebagai lokasi pelaksanaan vaksinasi tahap kedua, yakni di Gedung Puri Begawan di Jalan Raya Pajajaran Bogor Timur, SMP Negeri 5 di Jalan Dadali Tanah Sareal, Rumah Sakit Salak di Jalan Sudirman Bogor Tengah, Klinik Denkesyah di Jalan Perwira Bogor Tengah.

“Kami juga akan melaksanakan vaksin di Aula Polresta Bogor Kota di Jalan Kapten Muslihat Bogor Tengah, RS Bhayangkara di Jalan Kapten Muslihat Bogor Tengah, Technopark dan Technonet IPB di Jalan Taman Kencana Bogor Tengag, serta ICC Botani di Jalan Raya Pajajaran Bogor Tengah,” ungkapnya.

Masih kata Retno, untuk pelaksanaannya, Dinas Kesehatan melibatkan tim dari Dinas Kesehatan, rumah sakit dan puskesmas, dengan target sasaran penerima vaksin sekitar 1.500 orang per hari, sehingga selesai dalam waktu satu bulan. Dinas Kesehatan Kota Bogor telah menerima kiriman vaksin COVID-19 Bio Farma dari Dinas Kesehatan Jawa Barat, 7.730 vial untuk sasaran sebanyak 69.570 orang.

“Karena setiap orang menerima dua kali suntikan dalam rentang waktu dua minggu, maka 69.570 dosis tersebut bisa untuk 34.785 orang,” pungkasnya.

Perkembangan Kasus Covid-19 Per Juli 2021

Menurut sumber dari Tim Komunikasi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, bahwa perkembangan penanganan pandemi Covid-19 per 4 Juli 2021 secara nasional, angka kesembuhan harian kembali masih terbilang tinggi sebanyak 13.127 orang sembuh per hari. Penambahan hari ini meningkatkan kumulatif hingga melebihi 1,9 juta orang sembuh, atau angka tepatnya 1.928.274 orang (84,4%). 

Sejalan dengan itu, penerima vaksin terus bertambah dan hari ini sebanyak 490.505 orang dengan totalnya melebihi 32 juta orang atau 32.063.745 orang. Sedangkan yang menerima vaksinasi kedua juga meningkat menjadi 13.979.564 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 56.832 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berada di angka 40.349.049 orang. 

Meski demikian, kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, bertambah 13.551 kasus dan totalnya mencapai 295.228 kasus (12,1%). Pada pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), bertambah sebanyak 27.233 kasus dan kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini, mencapai 2.284.084 kasus. 

Sementara, pasien meninggal juga bertambah lagi sebanyak 555 kasus dan kumulatifnya mencapai 60.582 kasus (2,7%). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 120.834 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 135.120 kasus. 

Lebih lanjut, melihat perkembangan penanganan per provinsi, terdapat lima provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. Provinsi DKI Jakarta menambahkan 5.816 orang dan kumulatifnya 484.731 orang, Jawa Barat menambahkan 2.107 orang dan kumulatifnya sebanyak 331.517 orang, Jawa Tengah menambahkan 900 orang dan kumulatifnya 212.622 orang, Jawa Timur menambahkan 729 orang dan kumulatifnya 154.451 orang serta Kepulauan Riau menambahkan 630 orang dan kumulatifnya 22.436 orang. 

Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni DKI Jakarta menambahkan 10.485 kasus dan kumulatifnya 580.595 kasus, Jawa Barat menambahkan 4.458 kasus dan kumulatifnya 402.405 kasus, Jawa Tengah menambahkan 2.955 kasus dan kumulatifnya 265.280 kasus, DI Yogyakarta menambahkan 1.615 kasus dan kumulatifnya 65.249 kasus serta Jawa Timur menambahkan 1.468 kasus dan kumulatifnya 178.725 kasus. 

Selain itu, terdapat 5 provinsi dengan angka kematian tertinggi harian diantaranya Jawa Tengah menambahkan 138 kasus dan kumulatifnya 11.294 orang, Jawa Timur menambahkan 89 kasus dan kumulatifnya 12.916 kasus, DKI Jakarta menambahkan 76 kasus dan kumulatifnya 8.592 kasus, Jawa Barat menambahkan 66 kasus dan kumulatifnya 5.558 kasus serta DI Yogyakarta menambahkan 38 kasus dan kumulatifnya 1.694 kasus. 

Disamping itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 20.489.937 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 4.368.275 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 14.445.212 spesimen. Positivity rate spesimen (NAA dan Antigen) harian di angka 42,13% dan positivity rate spesimen mingguan (27 Juni – 03 Juli 2021) di angka 39,25%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 284 spesimen. 

Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 86.292 orang dan kumulatifnya 13.724.784 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 11.440.700 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 59.069 orang. Sementara positivity rate (NAA dan Antigen) orang harian di angka 31,56% dan positivity rate orang mingguan (27 Juni – 03 Juli 2021) di angka 24,11%. Secara sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota.  (Advetorial)

Komentar