Pembudidaya Ikan Kebumen Keluhkan Bantuan Menteri Susi yang Berkualitas Buruk

17/04/2018 20:19:51 Kategori: ,

INILAHONLINE.COM, KEBUMEN - Kelompok Pembudidaya Ikan Kebumen mengeluhkan bantuan benih dan pakan ikan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang berkualitas buruk. Bantuam tersebut akhirnya ditolak karena tidak sesuai spesifikasi yang diinginkan petani.

Buruknya kualitas bantuan itu diungkapkan Kelompok Pembudidaya Ikan Kecamatan Bonorowo Kebumen kepada Gubernur Jateng nonaktif Ganjar Pranowo yang berkunjung ke Kebumen, Selasa (17/4/2018).

Ketua forum pembudidaya ikan Bonorowo Wibisono Susanto mengatakan, kelompoknya mendapatkan bantuan benih ikam lele dan pakan dari KKP. Namun terpaksa ditolak karena kualitasnya buruk.

"Bantuan sudah sampai sini bibit lele 40 ribu ekor dan pakan, tapi mohon maaf kami ini sudah paham kualitas yang baik bagaimana dan yang ada itu buruk sekali, maka kami tolak, tidak kami terima," katanya.

Menurutnya, sekelas kementerian tidak mungkin keliru dalam pengadaan benih dan pakan. Ia menduga ada pejabat kementerian yang bermain sehingga membuat petani budidaya ikan tidak menerima bantuan sesuai yang semestinya.

"Kok tega-teganya memberi bantuan kok buruk kualitasnya," kata dia.

Wibisono mengeluh pada Ganjar agar persoalannya dapat disampaikan kepada Menteri KKP Susi Pudjiastuti. Selain itu, ia berharap agar Pemprov Jateng tetap mempertahankan pemerintahan bersih. Bukan hanya Ganjar Pranowo sendiri ssbagai gubernur tapi juga para pejabat di birokrasinya.

"Kalau saya yakin pak Ganjar layak dipilih kembali, kami mengharapkan birokrasi dari pemprov sampai desa bersih dan endingnya untuk kesejahteraan masyarakat," katanya.

Dalam pertemuan yang diikuti lima ratusan peserta itu, Ganjar menyampaikan bahwa reformasi birokrasi yang dilakukannya di berhasil mengubah budaya pegawai Pemprov Jateng menjadi bersih dan beretos kerja tinggi dalam melayani warga. Dalam periode kedua pemerintahannya, ia akan menularkan reformasi birokrasi ke pemerintah kabupaten kota.

Termasuk Pemkab Kebumen yang saat ini sedang mengalami krisis kepercayaan oleh karena bupati dan sekdanya ditangkap KPK karena kasus korupsi. "Pemerintahan bersih bisa dimulai dari desa, intinya penggunaan uang negara uang rakyat harus sesuai aturan dan peruntukan, harus ada usulannya, kalau nggak ya dikecrek (ditangkap)," katanya.

Khusus untuk pembudidaya ikan, Ganjar mendukung sepenuhnya usaha rakyat yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan. Ia akan menjembatani dengan dinas kelautan dan perikanan agar dapat mendampingi usaha warga Bonorowo.

"Kalau ada bantuan benih sampaikan bagaimana spek yang bagus atau minta dibelikan dari lokasi yang berkualitas, kalian punya hak itu," tegasnya. (Suparman)