Pemkot Bogor Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Akibat Jalur R3 Ditutup

INILAHONLINE.COM, BOGOR

Pemerintah Kota Bogor bakal menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk jalan Regional Ring Road (R3) yang bakal ditutup. Pasalnya pemerintah Kota Bogor sampai saat ini belum menyelesaikan pembayaran kepada pemilik lahan.

“Nanti akan dilakukan pertemuan teknis untuk rekayasa lalu lintas,” ujar Sekda Kota Bogor Ade Sarip saat menghadiri aksi sosial khitanan massal di Kantor Kelurahan Tegallega, Bogor Tengah, Minggu (16/12/2018).

Menurutnya, pembangunan jalur R3 dilatarbelakangi oleh jaringan Kota Bogor yang perlu dibuat. Sebab, jika mengandalkan Jalan Pajajaran untuk menuju ke Ciawi akan terjadi penumpukan di tengah kota. Dengan dibangunnya jalan tersebut, manfaatnya bukan hanya akses bagi masyarakat. Termasuk, menumbuhkan perekonomian baru.

“Pembangunan R3 masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Bogor,” kata Ade Sarip.

Polemik yang terjadi antara Pemkot Bogor dengan pemilik lahan diawali saat dilakukan pembayaran. Pemkot Bogor mengalami kekurangan anggaran. Kemudian, dibangun komunikasi dengan pemilik lahan sehingga ada keikhlasan bahwa pembayaran tidak harus dilakukan saat itu.

“Di akhir tahun 2018 ternyata itu sudah bersertifikat atas nama pengembang yang sudah disita oleh negara, setelah itu kita informasikan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) terkait sertifikat itu, lalu BPN merapatkan dan diakui sertifikat itu, padahal sekian tahun seolah-olah hanya SPH saja, kalau tahu dari awal bersertifikat tidak perlu kita konsinyasi,” bebernya.

Menurutnya, hal yang wajar ketika pihak pemilik lahan meminta Pemkot untuk melakukan penutupan. Sebab, itu merupakan putusan hukum. Namun, Ade ingin meminta maaf sebab tidak langsung dilakukan penutupan.

Sebab, selain melakukan sosialisasi terlebih dahulu, pemerintah juga ingin melakukan rekayasa lalu lintas untuk jalur alternatifnya.

“Untuk 2019 tidak ada pembangunan dulu, kita fokus menyelesaikan ini dan prioritas yang lain, tapi harus tuntas di 2025 sambil juga ke depan harus dibangun komunikasi dengan dewan agar pemahamannya tuntas untuk kepentingan masyarakat Bogor. Saya yakin Bogor akan tambah baik dan bagus ketika jalur itu terbangun sampai ke Wangun,” imbuhnya.

(Piyarso Hadi)

banner 521x10

Komentar