INILAHONLINE.COM, JAKARTA
Setelah mendapatkan informasi adanya praktik prostitusi pijat plus di VONE, Jalan Iskandar Muda, Pemerintah Kota Jakarta Selatan bertindak cepat dengan mengirimkan tim ke lokasi, Senin (3/8/2020) sekitar pukul 19.30.
Namun seperti setengah hati, Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali yang mendapatkan informasi hanya mengirim petugas Satpol PP Kecamatan Kebayoran Lama dan pihak Kelurahan Kebayoran Lama Selatan.
Dari informasi yang beredar di lapangan, sidak ini sudah bocor. “Iya tadi masih agak sore ada orang kelurahan yang ke situ. Cuma bagi masker saja sih,” ujar seorang lelaki yang biasa mengatur kendaraan dekat lokasi namun tidak mau menyebutkan identitasnya.
Betul saja, ketika awak media datang, terlihat petugas Satpol PP sebagian besar hanya mengobrol santai di depan VONE yang izinnya adalah hotel dan resto. Pihak VONE pun mempersilakan media ikut masuk melihat bagian ruangan-ruangan yang ada.
Meskipun begitu, beberapa pegawai mengarahkan langsung ke ruangan yang telah kosong. Padahal ada sisi berbeda, tetapi tidak diperkenankan untuk dilihat.

Sungguh mengejutkan, dalam waktu singkat aktivitas pelayanan jasa pijat dengan perempuan-perempuan muda lenyap begitu saja dalam waktu hanya sekitar 2 jam.
Lurah Kebayoran Lama Selatan Prasetyo Murbadi malah mengatakan kedatangannya bersama anggota Satpol PP hanya meninjau.
“Kita memantau, perintah dari pimpinan. Kalau ditemukan (prostitusi) ya kita data untuk dilaporkan ke pimpinan,” kilahnya.
Sementara Pengelola VONE yang mengaku bernama Alex mengungkapkan dukungannya terhadap kegiatan dari Pemkot Jaksel.(Dar)





























































Komentar