Pemred Kompas TV Rosi Silalahi Diangkat Jadi Anggota Dewan Kehormatan PWI

Berita, Nasional1404 Dilihat

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Keputusan Rapat Pengurus Dewan Kehormatan (DK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengangkat Pemimpin Redaksi Kompas TV, Rosiana Silalahi, menjadi anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat menggantikan Peter F Gontha yang mengundurkan diri setelah ia menjadi Dewan Pakar Partai Nasdem. Keputusan tersebut diambil dalam rapat pengurus DK PWI yang dipimpin Ketua Ilham Bintang Kamis (21/11) di Kantor PWI Pusat.

Dengan demikian susunan lengkap DK PWI Pusat terdiri dari Ketua Ilham Bintang, Sekretaris Sasongko Tedjo, dengan anggota: Karni Ilyas, Asro Kamal Rokan, Rosiana Silalahi Suryopratomo, Tri Agung, Teguh Santosa, dan Rajapane.

Rosianna Magdalena Silalahi adalah presenter berita dan Mantan Pemimpin Redaksi Liputan 6 SCTV. Saat ini Rosi, begitu panggilan akrabnya, merupakan Pemimpin Redaksi dari news channel Kompas TV. Istri Dino Gregory Izaak itu lahir 26 September 1972 (usia 47 tahun), di Pangkal Pinang.

Alumnus Universitas Indonesia pernah meraih penghargaan di bidang jurnalistik dan presenter televisi. Di antaranya penghargaan Panasonic Gobel Award untuk Presenter Berita Terfavorit, bahkan berkali-kali Rosi menjadi Nomine Panasonic Gobel Award untuk Presenter Talkshow Berita Terfavorit.

Ketua DK PWI Ilham Bintang mengatakan, sesuai Peraturan Dasar PWI Pasal 26 ayat 3 yang menyebutkan pengurus PWI tidak boleh merangkap jabatan pengurus partai politik, maka pengunduran diri Pak Peter mendapat apresiasi karena memberi contoh yang baik. “Itu semua demi tegaknya disiplin organisasi dan kami salut serta berterima kasih” katanya.

Dalam kesempatan itu Ilham Bintang juga menyampaikan DK PWI ke depan akan lebih responsif menanggapi kasus kasus pers khususnya yang terkait pelanggaran kode etik jurnalistik. Bahkan Sekarang PWI telah memiliki Kode Perilaku Wartawan yang akan mengawasi praktek jurnalistik yang profesional dan beretika. Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menekankan pengawasan terhadap pers dapat dilakukan oleh masyarakat.

“Untuk itu DK PWI bekerjasama dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat ( MPR ) akan keliling tanah air untuk melakukan sosialisasi dan literasi ke masyarakat. Pengawasan masyarakat dirasa penting dan untuk itu mereka perlu dibekali pemahaman kode etik jurnalistik dan kode perilaku wartawan,” ujar Ilham Bintang.

Sementara itu, Ketua MPR Bambang Susatyo menyambut baik rencana itu karena tegaknya pers yang profesional dan beretika akan memperkuat konstitusi, demokrasi dan pilar pilar kebangsaan lainnya. Program literasi dan sosialisasi bersama MPR dan PWI ini akan dimulai awal tahun 2020. “Jadi tugas MPR dan pers itu seiring sejalan,” kata Bambang.

(Piya Hadi)

banner 521x10

Komentar