oleh

Penerimaan CPNS dan Perangkat Desa, Pemohon SKCK di Polres Pekalongan Membludak

INILAHONLINE.COM, PEKALONGAN

Penerimaan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Perangkat Desa, membuat pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian ( SKCK) di Polres Pekalongan melonjak drastis. Kenaikan pemohon SKCK dalam sehari mencapai ratusan orang.

Pantauan media dari beberapa hari belakangan, ruangan pembuatan SKCK yang dikordinasi Satintelkam selalu dipadati pemohon SKCK. Kantor layanan pembuatan SKCK nampak dipadati para pemohon hingga tak sedikit dari mereka tidak mendapatkan tempat duduk. Ada yang berdiri bahkan ada yang sengaja duduk-duduk di lantai

Kasubbag Humas Polres Pekalongan, Iptu Akrom mengatakan bahwa pemohon SKCK dalam beberapa hari terakhir mengalami lonjakan. Menurut keterangan pemohon SKCK, pembuatan SKCK tersebut sebagai salah satu syarat untuk melamar CPNS, perangkat desa dan juga untuk kerja di lembaga swasta.

“Senin 24 Sepetember 2018 kemarin ada lebih dari 100 pemohon dan mereka mengaku ada lowongan Perangkat Desa dan CPNS. Dalam sehari ada 100 lebih pemohon, sedangkan hari-hari biasa rata-rata cuma 30 orang,” terangnya.

Menurutnya, rata-rata pemohon SKCK didominasi lulusan SMA dan Perguruan Tinggi. Adapun persyaratan administrasi yang harus dilengkapi dalam pembuatan SKCK, antara lain fotokopi KTP, kartu keluarga, akta kelahiran masing-masing satu lembar. Lalu pas foto 4×6 sebanyak 5 lembar dengan Background foto warna merah, mengenakan baju berkerah.

Biaya administrasi, masih menurutnya, sesuai PP 60 tahun 2016, biaya administrasi SKCK adalah sebesar Rp 30 ribu. Namun persyaratan administrasi itu terkadang tidak dipahami oleh semua pemohon SKCK. Tak sedikit yang harus pulang ke rumah untuk mengambil persyaratan yang kurang.

“Karena terbatasnya personil dan pemohon membludak, kami mohon pengertian warga untuk bisa mengantri, karena semua pasti terlayani dengan baik,” tandasnya.

(Humas Polres Pekalongan)

Komentar