Pengawasan Kearsipan Jateng Terbaik Nasional

Berita, Jawa Tengah276 Dilihat

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Pengawasan kearsipan dan perpustakaan Provinsi Jawa Tengah mendapat penghargaan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Provinsi Jateng menjadi satu-satunya Provinsi terbaik di Indonesia dalam pengawasan kearsipan mengungguli Jawa Barat di urutan kedua dan Daerah Istimewa Yogyakarta di urutan ketiga.

Penghargaan tersebut diberikan oleh ANRI pada Rapat Koordinasi Evaluasi Hasil Pengawasan Kearsipan Tahun 2019 di Padang, Sumatera Barat, Rabu (27/2/2019). Penghargaan diberikan kepada daerah yang berhasil melakukan pengawasan kearsipan. Meliputi kelayakan dan mutu penyelenggaraan kearsipan oleh unit kearsipan, lembaga kearsipan, serta lembaga penyelenggara jasa dan diklat kearsipan sesuai prinsip, standar dan kaidah kearsipan yang ditetapkan dalam Keputusan dan Sertifikat Akreditasi Kearsipan oleh Kepala ANRI.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Prijo Anggoro mengatakan, penghargaan tersebut merupakan wujud kerja keras semua pihak di Jawa Tengah. Pihaknya mengaku bangga dengan predikat itu, karena Jateng menjadi satu-satunya provinsi yang berpredikat sangat baik.

“Tentu ini sangat membanggakan bagi Jawa Tengah karena Jateng menjadi terbaik nasional. Ini akan lebih memotivasi kami dalam menata arsip karena ternyata arsip ini sangat penting dan menjadi salah satu faktor suksesnya pembangunan,” kata dia.

Diraihnya predikat tersebut lanjut Prijo tidak lepas dari inovasi yang dilakukan. Selain fokus pada kearsipan SMA/SMK, pihaknya lanjut Prijo juga fokus dalam menata arsip-arsip dari instansi terkait, khususnya OPD.

“Kami juga memberikan pendampingan dan pembinaan di seluruh kabupaten/kota untuk pengawasan kearsipan ini. Kebutuhan sarana prasarana penunjang serta sumber daya manusia juga kami tingaktkan,” tegasnya.

Program digitalisasi arsip lanjut dia juga sedang dikebut saat ini. Harapannya, dengan program digitalisasi itu, maka arsip di Jawa Tengah akan semakin tertata rapi.

“Kedepan kami akan terus tingkatkan inovasi dalam rangka pengawasan arsip ini. Kami akan berusaha mempertahankan prestasi ini dan membuat semakin baik di tahun depan,” tutupnya.

Tradisi mengelola arsip di Jawa Tengah, ternyata tidak dilakukan dalam sekejap. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan penataan arsip di Jawa Tengah sudah berlangsung lama. Bahkan sekarang terus dilakukan digitalisasi, management dan nyurati semua lembaga.

“Barangkali ini jadi perhatian arsip nasional. Kita memang mendorong terus seluruh keputusan apapun yang ada di Jawa Tengah selalu kita mintakan copy sehingga bisa kita dokumentasikan. Memang era saat ini lebih baik yang ringkas, maka kita dorong digitalisasi,” katanya, Kamis (28/2/2019).

Karena pentingnya dokumen-dokumen arsip tersebut, Ganjar bahkan berpandangan jajarannya harus sigap dalam penataan, mengantisipasi jika sewaktu-waktu para ilmuan membutuhkan. Karena tanpa validitas data, hasil riset bisa kacau bahkan bisa mengaburkan sejarah.

“Suatu ketika akan ada banyak yang riset, banyak orang akan mencari data harapannya kita bisa kasih. Misalnya, Indonesia ini banyak bencana, kalau pengelolaan arsipnya buruk, sejarah negara ini akan terputus. Maka kita dorong digitalisasi. Termasuk kerjasama dengan banyak perguruan tinggi,” katanya.

Ganjar berharap setelah penataan arsip dilakukan secara baik oleh jajarannya, masyarakat semakin melek pada pentingnya dokumen-dokumen dan sadar kemana ketika harus mengakses arsip tersebut.

“Sebenarnya gampang mencari data atau menjangkau arsip itu tapi kan tidak populer. Orang sudah terlanjur wah dayanya tidak ada, tapi mereka tidak mau ke arsip kita atau perpustakaan kita. Meski arsip kita belum tentu bisa menyediakan semuanya. Maka kita dorong, arsip kita dorong,” katanya.

(Suparman)

banner 521x10

Komentar